Wakatobi Menyiapkan Rute Penerbangan Langsung Dari Bali

Eksplore daerah tujuan wisata di Indonesia memang tidak akan pernah ada habisnya. Terlebih lagi beberapa tahun terakhir, perkembangan pariwisata di Indonesia timur memang sedang hits di kalangan pecinta trip. Bukan hanya karena jarang dijamah para travelers, namun memang karena kekayaan alam plus budaya di Indonesia tidak bisa dibandingin dengan wisata manapun. Bisa dibilang, Indonesia adalah surga wisata. Salah satu tempat wisata yang menjadi bukti keindahan Indonesia dan beberapa bulan terakhir banyak dikunjungi adalah Wakatobi.

Wakatobi bisa dibilang menjadi surga bagi para divers. Yap, diving di Wakatobi tidak akan pernah membosankan. Karena keindahan bawah laut Wakatobi akan menghipnotis para divers plus juga membuktikan bahwa alam Indonesia tidak ada duanya. Nah penasaran bukan? Wait, wait. Pelan-pelan ya! Sebelum kita borong tiket pesawat buat liburan ke Wakatobi, yuk sama-sama kita kenali dulu si cantik Wakatobi ini.

Kupas Tuntas Wakatobi

“Surga di atas, surga di bawah”, begitulah motto Wakatobi atau yang juga dikenal dengan Tukang Besi Islands. Wakatobi memiliki luas wilayah 1,39 juta hektar dan 97 persennya merupakan laut. Wakatobi yang selama ini dikenal sebagai tempat diving bukan tanpa alasan. Diving di Wakatobi dapat membuka mata juga hati bahwa ciptaan tuhan memang nyata adanya. Bayangkan, alam bawah laut Wakatobi memiliki 750 spesies karang dari 850 spesies yang ada di dunia. Atau setidaknya setara dengan 75 persen terumbu karang di dunia berkumpul di bawah laut Wakatobi. Selain itu 3.000 spesies ikan bisa ditemukan disini. Penyu dan sotong yang sedang berenang di terumbu karang dengan warna seperti permen candy crush bisa dengan mudah kita temui disini. Wow kan?! Selain ekosistem bawah laut yang sangat bervariasi, arus di laut Wakatobi tidak terlalu kencang juga visibility yang luar biasa mampu menarik minat para divers dari seluruh dunia.

Well, Taman Nasional Wakatobi sejatinya merupakan gabungan antara beberapa gugusan pulau. Benar, Wakatobi adalah akronim dari 4 nama gugusan pulau, Pulau Wangiwangi (Wanci), Pulau Kaledupa, Pulau Tomia dan Pulau Binongko yang membentuknya. Pertama, Pulau Wangiwangi adalah pintu gerbang menuju Taman Laut Wakatobi yang memiliki keindahan dunia bawah laut yang mempesona dan begitu kaya. Kedua, Pulau Kaledupa. Pulau ini merupakan pulau terbesar di Kepulauan Wakatobi. Dalam pulau ini begitu banyak ditemui kebudayaan dan peninggalan peninggalan sejarah di masa lampau. Salah satu peninggalan leluhur yang begitu fenomenal baik di kalangan masyarakat Kaledupa atau wisatawan yang sudah berkunjung kesana adalah Masjid Benteng. Kemudian pulau ketiga adalah Pulau Tomia. Pulau Tomia terletak di kawasan Coral Triangle, yaitu kawasan segitiga terumbu karang yang meliputi Indonesia, Filipina dan Kepulauan Solomon. Kita patut bersyukur pulau ini menjadi bagian dari kedaulatan wilayah Indonesia. Pulau Tomia adalah wilayah dengan keanekaragaman terumbu karang dan biota laut yang kaya juga subur. Terkahir, Pulau Binongko. Pulau Binongko berada di selatan Pulau Tomia. Pulau Binongkopun juga memiliki keindahan alam dan keanekaragaman hayati bawah laut yang cantik. Selain bawah laut, pantai di Binongko dikenal begitu menawan dan belum banyak terjamah travelers.

Lokasi Wakatobi

Mendengar kata Wakatobi, satu hal yang terbayang adalah kawasan laut di Indonesia Timur. Yap, Wakatobi terletak di Sulawasi Tenggara. Secara geografis, Kabupaten Wakatobi berada di 5º12´ hingga 6º25´ Lintang Selatan dan 123º20´ hingga 124º39´ Bujur Timur. Gugusan pulau ini terletak diantara laut banda juga laut Flores. Selain 4 pulau yang terkenal membentuk akronim Wakatobi, masih ada pulau kecil lainnya seperti Tokobao, Lintea Utara, Lintea Selatan, Kampenaune, Hoga dan Tolandono. Setidaknya ada 143 pulau yang ada disini, dan 7 di antaranya yang telah berpenduduk kurang lebih totalnya ada 100 ribu penduduk.

Spot-Spot Diving

Diving di Wakatobi membuat pikiran jauh lebih tenang. Warna warni spesies di dalamnya membuat hati nyaman dan mata segar. Nah, bila ingin diving di Wakatobi, berikut ada beberapa spot yang perlu dicoba.

1. Blade dive site

Spot ini terletak paling jauh dari Pulau Tomia. Bentuknya unik, yakni terbentuk dari serangkaian gunung laut seperti pisau yang bergerigi. Ada spons raksasa, kipas laut dan karang, dan crinoids warna-warni yang bisa dijumpai disini. Karang cambuk merah juga tumbuh dibanyak sudut. Disini terdapat area dengan soft coral yang memenuhi hampir seluruh dasar. Dengan menyelam sedalam 15 meter saja, pemandangan yang lebih bagus dapat memanjakan mata kita. Sinar mataharipun masih masuk dan membuat terumbu karang terlihat berwarna warni. Disini ditemukan ikan jenis damsel, surgeonfish, juga pyramid butterflyfish.

2. Dunia Baru

Disini ditemui area dengan soft coral yang memenuhi hampir seluruh dasarnya. Coral tersebut warna-warni dan bervariasi memanjakan mata. Disini juga ada kepiting yang keseluruhan badannya berbulu berwarna oranye kecoklatan. Ternyata itu adalah dinamai kepiting orangutan. Sebab semua badannya berbulu dan tangannya panjang dari ukuran tubuhnya.

3. Mari Mabuk dive site

Nama spot ini memang lucu. Seperti namanya, Mari Mabuk dapat memabukkan para divers. Pesona karang-karangnya sangat indah seperti permadani raksasa di dasar laut. Sangat unik sekali.

4. Coral Garden

Disini ada hamparan soft koral yang berwarna warni, diselingi clown fish yang bersembunyi di anemon. Tidak banyak makhluk laut spesifik, hanya crocodile fish juga spotted garden eel dan blue Stingray bisa ditemukan disini.

5. Teluk Maya dive site

Rangkaian karang di site ini lebih mirip dengan kebun bunga. Beberapa area beralaskan pasir putih dimana mampu menjadi reflektor cahaya yang ampuh. Disini terdapat Manta Ray lhooo.

6. Fan 38 dive site

Site ini terdiri dari lereng, dinding yang menggantung, lembah dan gua-gua kecil. Ada banyak ikan warna-warni dengan bentuk yang bermacam-macam.

7. Ali Reef dive site

Disini terdapat area dengan topografi seperti gunung dengan bagian atas yang mendatar. Di area atas dapat ditemui gumpalan hitam besar di laut yang merupakan kumpulan ikan jack. Para diver menyebut kumpulan ikan ini dengan istilah “schooling”. Yap, Schooling jackfish. Arus di area ini begitu kencang, jadi hati-hati ya!

8. Roma dive site

Ini adalah Coral Garden paling tersohor terkenal di Wakatobi. Ada karang yang berbentuk kelopak bunga yang dihiasi dengan anemon dan clownfish sehingga sangat menyihir mata. Spesies yang ditemukan disini adalah belut pita, scorpionfish, ikan pipa bersayap, cowrie spindle, karpet udang anemon dan ikan keeling rockmover.

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.

Atraksi di Wakatobi

Menyusuri keindahan bawah laut Wakatobi memang tidak akan selesai satu jam dua jam, butuh lebih banyak waktu untuk mengagumi ciptaan tuhan itu. Tapi kalau seharian berhari-hari aktivitas yang dilakukan hanya diving ya bosan juga kan? Pertanyaannya apa yang bisa dilakukan di Wakatobi selain diving? Wakatobi seperti paket lengkap dengan berbagai macam tawaran menu apik untuk dinikmati. Bukan hanya diving, atraksi lain juga wajib dirasakan para wisatawan yang bertandang ke gugusan pulau ini. Apa saja atraksi yang bisa dirasakan?

1. Bersantai di atas pasir di bibir pantai

Bicara laut kita bicara pantai dong ya?! Nah sekedar bermalas-malasan di bibir pantai dengan menikmati segala kondisi yang ada di Wakatobi menjadi kegiatan yang menarik. Wakatobi memiliki pasar yang bagus. Dan pemandangan laut juga langit di sekitar Wakatobi ini akan mampu menyihir mata kita.

2. Melihat Wakatobi dari Bukit Tomia

Menikmati Wakatobi memang tidak bisa separuh-separuh. Harus utuh. Nah dengan naik ke puncak Bukit Tomia ini, kita akan mendapati pemandangan yang luar biasa indahnya. Kalau sudah disini mungkin kita tidak ingin pulang, hehe. Puncak Bukit Tomia ini ditafsir sebagai dasar laut pada zaman dahulu. Sebagai bukti di bukit ini banyak ditemukan karang-karang besar di bagian tanahnya.

3. Snorkeling, Snorkeling, Snorkeling

Yup, selain diving di Wakatobi, snorkeling juga menjadi aktivitas yang wajib hukumnya untuk dilakukan saat liburan ke Wakatobi. Karena wisata Wakatobi ini menyuguhkan coral-coral yang sangat sehat. Ada banyak spot untuk kegiatan snorkeling ini. Infonya boleh diupdate dari para pengemudi kapal. Atau yang direkomendasikan salah seorang wisatawan adalah di sekitar Pulau Tomia dan Pulau Hoga, pulau kecil di dekat kaledupa.

4. Berwisata di situs sejarah

Eits jangan salah, Wakatobi juga punya situs sejarah yang harus dikunjungi saat punya trip Wakatobi. Di Wakatobi, tepatnya di Pulau Tomia berdiri situs Benteng Patua. Benteng tersebut merupakan benteng pertahanan terluar Kerajaan Buton pada jaman dahulu. Selain di Tomia, di Pulau Binongko juga terdapat begitu banyak peninggalan Kapiten Pattimura pada masa zaman Belanda. Mungkin bagi sebagian orang berwisata sejarah menjemukan, namun bila sudah sampai Wakatobi dan tak mengunjunginya, rugi dong ya? Jung Kita juga mesti kenal sama sejarah kita sendiri.

5. Kulineran!

Wisata sama dengan makan! Setuju? Yes, berkunjung ke tempat baru lidah juga harus mencicipi makanan baru. Liburan ke Wakatobi juga harus menjadi momentum untuk merasakan Kasuami. Kasuami adalah makanan yang biasa masyarakat Wakatobi makan sebagai makanan pokok mereka. Umumnya, makanan ini dijadikan bekal melaut para nelayan. Kasuami sendiri terbuat dari ubi kayu atau singkong yang diparut dan dimasak menggunakan cetakan kerucut. Adonan kasuami harus benar-benar kering agar kasuami bisa tahan/awet sampai 2 minggu. Kasuami tidak dimakan sendiri, namun disajikan dengan dengan ikan parende, ikan bakar yang dibumbui dengan saus belimbing. Disini, ikan parende pun juga bisa dimasak sebagai sup lhoo, sehingga rasanya begitu menyegarkan. Selain kasuami, kita juga bisa mencicipi Luluta nasi bambu yang dibakar dengan santan dan berbagai macam kerang-kerangan. Hmm Yummy!

6. Silaturahmi ke Desa Suku Bajo

Sudah pernah mendengar tentang Suku Bajo? Yap, mereka adalah suku yang hidup di atas laut. Masyarakat suku bajo mendirikan rumah di atas laut. Dulu, mereka juga bisa hidup nomaden dengan perahu, namun kini sudah membangun rumah di atas laut pula. Nah saat trip Wakatobi, silaturahmi ke desa Bajo sampela di Kaledupa atau di Pulau Tomia bisa menjadi atraksi yang menarik. Mereka kebanyakan adalah muslim. Sulawesi sendiri memang terkenal sebagai pulau dengan jumlah suku bajo terbanyak. Maka tak mengherankan Kepulauan Wakatobi adalah rumah bagi mereka. Well, saat kesana jangan heran bila melihat anak-anak bermain ‘futsal’ di atas air. Karena itu sudah biasa. Penasaran bukan?

7. Menikmati Kesenian Suku Buton

Siapa sih yang mampu melestarikan budaya kita kalau bukan kita? Yap, salah satunya kita wujudkan dengan melihat tari suku buton saat wisata Wakatobi ini. Setidaknya ada dua tari yang bisa dinikmati. Pertama, ada tari ejaeja, tarian perang suku buton yang biasa dimainkan oleh anak-anak sekolah dasar. Kedua, tarian Mborira, yaitu tarian yang bercerita tentang seorang pria yang pulang dari rantau dan memilih seorang istri.

Transportasi Menuju Wakatobi

Karena sebagai gerbangnya Wakatobi adalah Pulau Wangiwangi, maka pulau itu menjadi tempat pertama kita menginjakkan kaki. Untuk melakukan trip Wakatobi dari Jakarta tentu haruslah naik pesawat. Nah biasanya penerbangan yang ada adalah dari Jakarta menuju Kendari atau menuju Baubau. Kemudian dari Pelabuhan Kendari dilanjutkan dengan menggunakan kapal ferry kayu ke Pulau Wangiwangi. Alternatif lain, penerbangan dari Jakarta transit di Makassar menuju Kendari baru berganti pesawat menuju Wakatobi. Di Wakatobi ada Bandara Matahora yang hanya disinggahi satu kali penerbangan setiap harinya. Yaitu Pesawat ATR25-600/700 yang dioperasikan Wings Air dengan rute Kendari-Wakatobi pulang pergi.

Namun sekarang (per Maret 2016) rute baru sedang disiapkan. Karena animo wisatawan yang tinggi, dan sigapnya pemerintah mengakomodir kebutuhan transportasi, rute baru dari Bali pun dibuka. Untuk mempersiapkan hal itu, penambahan dimensi runway akan dilakukan sehingga beberapa maskapai penerbangan bisa landing dan take off disini. Dan fasilitas parkir pesawat juga akan diperluas setidaknya mampu menampung 4 pesawat ukuran ATR. Nah bila rute penerbangan baru ini terealisasi, setidaknya kita bisa menghemat waktu, tenaga juga mungkin uang untuk menuju ke Wakatobi.

Tips Singkat Wisata Wakatobi

Untuk yang sudah siap-siap liburan ke Wakatobi, ada baiknya cek lagi perlengkapan yang akan dibawa. Dan jangan lupa ikuti tips kecil berikut.

  • Bawa kamera underwater
  • Pakai sunblock
  • Kalau bisa sudah memiliki dive license, sehingga bisa mengeksplore seluruh area diving
  • Persiapkan uang cash di area kota
  • Waktu terbaik untuk kesini adalah Januari-Februari (walau musim hujan, namun tidak menghalangi jika ingin diving), Peak Season sekitar bulan April-Mei dan bulan September-November. Walau selain itu, sepanjang tahun Wakatobi terbuka bagi semua wisatawan

Nah itulah ulasan Wakatobi dengan segala kekayaan alamnya. Bagaimana, tertarik untuk diving di Wakatobi? Yuk berangkat ke Wakatobi!