See The Real Indonesia!

Hai, kami adalah Indoneo! – Profesional muda yang sangat antusias dalam bidang Tour & Adventure dari kota Yogyakarta yang indah.

Dengan pengetahuan lokal kami yang sangat dalam, pemandu wisata ramah dan ratusan tempat yang bisa dikunjungi menjadikan Anda tidak akan pernah kekurangan pilihan untuk berwisata. Bersama kami melihat pulau-pulau tropis, pantai yang masih alami, ombak, gunung berapi, satwa liar, mengunjungi masyarakat dengan budaya yang unik, dan mencicipi berbagai masakan yang nikmat. Kami akan memberikan Anda pengalaman perjalanan terbaik dalam hidup Anda – karena Anda adalah prioritas kami!

INDONEO.COM PAKET WISATA DAPATKAN QUOTE GRATIS

HARGA KOMPETITIF   –   GRUP BESAR DISKON   –   PAKET WISATA UNIK   –   TOUR CUSTOM

Tips Travelling Saat Kondisi Hamil

Berencana melakukan perjalanan jauh dalam waktu dekat ini dalam keadaan hamil? Bisa saja kok! Banyak perempuan hamil yang mengira bahwa masa kehamilan akan mengubah total keseharian dan kehidupan seorang calon ibu, termasuk dalam hal melakukan perjalanan jauh di masa kehamilan. Banyak juga wanita hamil yang cenderung menunda perjalanan hingga proses kelahiran selesai, padahal perjalanan wanita hamil bisa mengasyikkan jika calon ibu bisa menjaga kondisi tubuh, nutrisi, dan rutin melakukan konsultasi dengan dokter. Bayangkan saja, jika bayi anda telah lahir, tentu tidak ada waktu lagi bukan memikirkan untuk melakukan travelling lagi? Jadi, pastikan juga perjalanan anda berlangsung aman dan nyaman dengan mengikuti panduan-panduan melakukan perjalanan bagi ibu hamil berikut ini.

1. Berpergian Sesaat Gangguan Morning Sickness Usai

Bagi seorang calon ibu, masa-masa awal kehamilan biasanya dibarengi dengan adanya gangguan rasa mual (morning sickness). Berikut waktu terbaik bagi ibu hamil melakukan travelling :

  • Khusus para ibu hamil, saat-saat terbaik untuk melakukan plesiran atau travelling adalah pada waktu trimester kedua, yaitu antara bulan ke-4 dan ke-6, karena pada saat ini calon ibu belum masuk ke dalam fase perubahan tubuh yang biasanya memang terjadi di trimester tiga.
  • Waktu yang seharusnya dihindari oleh ibu hamil travelling dengan pesawat adalah saat trimester pertama, dan beberapa waktu sebelum melahirkan, yaitu minggu ke 36 hingga minggu ke 38.

Selalu konsultasikan ke dokter tentang rencana perjalanan Anda. Kalau Anda akan melahirkan dalam jangka waktu kurang dari 30 hari, jangan lupa minta surat keterangan dokter. Surat itu seringkali diminta beberapa maskapai, tentunya kalau anda traveling naik pesawat.

2. Periksa ke Dokter Sebelum Berpergian

Penanganan bagi ibu hamil perlu penanganan kesehatan khusus karena menyangkut kesehatan calon bayi yang akan dikandungnya beberapa bulan ke depan. Maka, sebaiknya ibu hamil yang memiliki rencana melakukan perjalanan ke suatu destinasi harus melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan dan kehamilan ke dokter sebelum melakukan perjalanan jauh. Spesialis kesehatan ibu hamil, Susan Warhus, MD mengatakan bahwa sangat disarankan untuk membawa catatan kesehatan dari dokter sepanjang perjalanan, sebagai referensi bagi dokter di tempat tujuan jika terjadi sesuatu pada kehamilan anda.

3. Pilih destinasi travelling yang tidak terlalu jauh

Kalau sedang hamil, usahakan jangan traveling ke tempat-tempat jauh. Bolehlah ke luar negeri, tapi usahakan jam terbang tak terlalu lama. Singapura atau Malaysia bisa jadi pilihan bagi orang Indonesia. Atau lebih baik, pilihlah destinasi domestik. Tak mesti naik pesawat, Anda bisa melakukan perjalanan naik mobil ke kota terdekat dan menikmati suasana baru. Kalau berencana menginap di vila gunung, ingat, ibu hamil tidak dianjurkan untuk tidur di ketinggian lebih dari 3.600 mdpl.

4. Saat di Pesawat, Gunakan Sabuk Pengaman Dengan Benar

Demi alasan keamanan, baik penumpang maupun pengemudi diwajibkan untuk menggunakan sabuk pengaman, apapun jenis transportasinya. Banyak hasil studi yang menyebutkan, bahwa saat terjadi kecelakaan, jauh lebih aman bagi wanita hamil jika mengenakan sabuk pengaman. Agar tidak membahayakan calon bayi, sabuk pengaman sebaiknya digunakan di bawah perut.

BERPERGIAN DENGAN MOBIL VS PESAWAT TERBANG

Setiap moda transportasi memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Pilihan moda transportasi mobil atau pesawat terbang sebagai transportasi menuju destinasi yang anda tuju tentu bergantung dengan kebutuhan anda dan suami. Berikut adalah beberapa tips untuk berpergian dengan pesawat terbang dan mobil.

Plesiran Dengan Pesawat Terbang
Sebelum Penerbangan
  • Seorang ibu hamil harus dapat memahami kondisi tubuhnya sendiri, apakah cukup fit untuk melakukan penerbangan dengan berkonsultasi ke dokter. Kemudian, mintalah surat keterangan atau rekomendasi dari dokter anda yang menyatakan bahwa anda boleh terbang.
  • Setiap maskapai penerbangan Indonesia memiliki peraturan mengenai penumpang ibu hamil. Hampir semua maskapai tidak memperbolehkan anda terbang selama 30 hari menjelang kelahiran. Tentu hal ini demi keselamatan anda dan bayi anda sendiri. Maka, maskapai penerbangan terkadang meminta surat keterangan dari dokter yang menyatakan anda bisa melakukan travelling dengan pesawat.
  • Mintalah tempat duduk di bagian aisle, untuk memudahkan ibu hamil untuk pergi ke kamar kecil.
Persiapan Barang Bawaan
  • Kenakan pakaian yang nyaman, dan hindari pakaian dengan model terusan seperti jumpsuit yang malah membuat anda kerepotan bila harus pergi ke kamar kecil. Sebagai tambahan, anda juga wajib membawa jaket, mantel, atau selendang untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba anda merasa kedinginan.
  • Seorang ibu hamil biasanya mengalami ketidakseimbangan hormon yang membuat daerah sekitar kewanitaannya seringkali basah dan lembab. Membawa pantyliner yang lebih juga akan membantu seorang ibu hamil untuk terhindar dari serangan jamur, bakteri, ataupun infeksi saluran kencing.
Tips Bepergian Dengan Pesawat Untuk Ibu Hamil
  • Minum air putih yang cukup.
  • Membeli makanan berat untuk mengisi energi dan perut anda.
  • Membawa vitamin dan obat-obatan yang dibutuhkan selama perjalanan.
  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi, dan berjalan kaki (bisa dilakukan di lorong pesawat atau turun dari mobil setiap dua jam sekali) untuk melancarkan aliran darah di kaki dan mengurangi sakit punggung.
  • Menyediakan permen kesukaan, sehingga membantu mengurangi rasa sakit di telinga yang biasanya muncul saat pesawat boarding.
  • Gerakan kaki anda setiap 30 menit sekali, atau sesekali berjalanlah di lorong, untuk menghindari kram pada kaki anda.
Plesiran Dengan Mobil Atau Bus

Perjalanan yang tidak begitu jauh akan terasa menyenangkan bila menggunakan moda transportasi mobil atau bus dibandingkan perjalanan yang jauh, seperti perjalanan antarprovinsi. Maka, ibu hamil pun tetap harus memperhatikan tips-tips berikut ini agar bisa melakukan travelling menggunakan mobil atau bus dengan nyaman dan aman.

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.
  • Kenakan sabuk pengaman dengan posisi sabuk berada di bawah perut anda. Jangan kenakan sabuk di perut bagian tengah ataupun di atas perut, hal ini sangat membahayakan bila terjadi kecelakaan.
  • Berhentilah setiap 90 menit sekali untuk melakukan peregangan tubuh agar badan tidak pegal dan kaku. Sediakan bantal leher untuk menghindari pegal-pegal pada leher dan punggung.
  • Bawalah vitamin dan obat-obatan yang anda butuhkan.
  • Kenakan sepatu yang nyaman, atau sediakan sandal agar tetap merasa nyaman.
  • Minum air putih yang banyak, dan membawa banyak cemilan sehat yang bisa dimakan sepanjang perjalanan, seperti biscuit gandum, roti, buah, dan makanan sehat lain yang mungkin ada sukai. Sangat direkomendasikan ibu hamil harus minum air putih setidaknya 8-12 gelas tiap hari.
  • Bawalah dan gunakan pakaian yang membuat ibu hamil terasa nyaman sepanjang perjalanan.
  • Bila dalam perjalanan anda perlu mampir ke kamar kecil, inilah saatnya melakukan peregangan dan menggerakkan kaki agar tidak kram.
  • Sediakan pantyliner dan tissue yang cukup.
  • Bawa asuransi dan daftar nama orang-orang yang dihubungi dalam kondisi darurat.
  • Kulit wanita hamil lebih sensitif, oleh karena itu gunakan pelindung matahari yang lebih kuat daripada yang biasanya.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah letak seatbelt. Pakailah seatbelt tepat di bawah perut, jangan melintang di atas perut. Lebih baik, perjalanan naik mobil dibatasi hanya 6 jam per hari.

RESIKO TERBANG DENGAN PESAWAT TERBANG

Ibu hamil dianggap memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan ringan hingga risiko yang paling parah yaitu keguguran. Gangguan yang paling umum dapat berupa kram dan pembengkakan kaki/mata kaki. Hal ini umumnya terjadi selama penerbangan di atas 3-5 jam. Gangguan yang lebih serius bisa berupa pembekuan darah atau dalam istilah asingnya disebut blood clots/thrombosis. Gejala blood clots adalah : bagian belakang kaki terutama di bawah lutut mengalami pembengkakan, nyeri dan merah. Penyebab kedua gangguan tersebut adalah kurang lancarnya peredaran darah.

Ada 2 cara mencegah kram hingga blood clots :

1. Kenakan compression stockings (flight socks), yaitu sejenis stocking khusus untuk dipakai selama penerbangan. Stocking ini dapat dibeli di apotek. Kenakan mulai dari bangun pagi sebelum terbang sampai tiba di tujuan.
2. Tiap satu jam sekali, bangunlah dari kursi dan berjalan-jalan sedikit selama 4-5 menit. Stretching sederhana mulai dari menggerakkan leher, bahu hingga ujung kaki selama duduk juga dapat mengurangi risiko kram dan blood clots.

TIPS TERBANG BAGI WANITA HAMIL

Berikut adalah tips-tips yang berguna bagi ibu hamil yang akan naik pesawat dalam rencana travellingnya.

Sebelum Keberangkatan
  • Hubungi maskapai pernerbangan untuk memesan kursi. Sangat disarankan jika ibu hamil sebaiknya mendapatkan tempat duduk di bagian bulkhead, yaitu tempat duduk yang memiliki ruang cukup besar untuk sandaran kaki.
  • Jika bepergian ke luar negeri yang mengharuskan vaksinasi, pastikan vaksinasi tersebut aman untuk ibu hamil.
  • Bawalah fotokopi catatan medis dan polis asuransi Anda, juga daftar nama yang dapat dihubungi sekiranya ada keadaan darurat.
  • Buatlah daftar lokasi rumah sakit lokal.
Menjelang Penerbangan
  • Tibalah di bandara jauh lebih awal agar Anda lebih santai ketika melalui proses check-in dan security. Terburu-buru di bandara dapat menimbulkan stress dan itu bukan awal yang baik untuk memulai penerbangan.
  • Hindari minuman yang menyebabkan dehidrasi seperti kopi dan teh, apalagi yang mengandung alkohol.
  • Saat check in jelaskan bahwa Anda sedang hamil dan tanya apakah ada peluang untuk mendapatkan tempat duduk yang sampingnya kosong.
  • Untuk alternatif, banyak perusahaan penerbangan menawarkan ruang ekstra untuk kaki namun dengan harga ekstra pula. Gunakan legroom report (panduan untuk merubah posisi kursi Anda selama dalam pesawat).
  • Jika mungkin, pilihlah tempat duduk di dekat gang/aisle agar Anda mudah keluar masuk saat ingin ke toilet.
Saat pesawat mulai terbang di udara
  • Gunakan kaus kaki khusus untuk mencegah DVT.
  • Bawalah tutup mata dan ear plugs serta pakailah pakaian yang nyaman.
  • Beristirahatlah sebanyak mungkin.
  • Perempuan hamil amat rentan mengalami dehidrasi, maka anda wajib membawa air putih setidaknya dua liter.
  • Perempuan hamil lebih mudah mengalami travel sickness dan memakai wrist bands mungkin ada gunanya.

PERATURAN MASKAPAI PENERBANGAN UNTUK IBU HAMIL

Perempuan yang hamil bukan berarti tidak bisa melakukan travelling. Namun, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan oleh ibu hamil selama melakukan perjalanan, mulai dari memilih waktu yang tepat untuk berpergian, persiapan, sampai hal penting saat tiba di tempat tujuan. Ibu hamil juga diharapkan tidak melakukan perjalanan yang membuat dirinya merasa terlalu lelah. Inilah informasi yang harus diperhatikan ibu hamil terkait peraturan maskapai penerbangan yang mengangkut penumpang hamil.

BATAS USIA KEHAMILAN

  • Perempuan dengan kehamilan tanpa komplikasi apapun dapat naik pesawat terbang, namun hal itu akan meningkatkan resiko pembekuan pembuluh darah vena (deep vein thrombosis/DVT) maka sebelum berangkat Anda perlu konsultasi dengan dokter kandungan Anda.
  • Dianjurkan untuk tidak terbang sebelum kandungan berusia 12 minggu atau setelah 28 minggu. Setelahnya, ketika risiko melahirkan semakin besar, pihak penerbangan akan meminta surat dokter yang menyatakan bahwa Anda layak bepergian dan mengonfirmasikan tanggal perkiraan persalinan Anda.
  • Penerbangan terjadwal biasanya mengijinkan perempuan hamil hingga usia kandungan sekitar 34 minggu untuk terbang.
Ketentuan ibu hamil naik pesawat Garuda Indonesia:
  • Untuk kehamilan pertama, ibu hamil diperbolehkan terbang hingga usia kehamilan mencapai 32 minggu. Penumpang diwajibkan mengisi Formulir Informasi Medis (MEDIF).
  • Mulai dari kehamilan kedua, penumpang tidak diperbolehkan terbang jika kehamilan sudah pada usia 32 minggu.
Ketentuan ibu hamil naik pesawat Citilink:
  • Untuk usia kehamilan hingga 27 minggu, penumpang diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas pada saat check-in yang membebaskan Citilink dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.
  • Untuk usia kehamilan 28-34 minggu, penumpang diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas dan menyertakan surat keterangan medis dari dokter. Tanggal yang tercantum di surat keterangan ini tidak boleh melebihi 30 hari sejak tanggal keberangkatan maupun kepulangan.
  • Penumpang dengan usia kehamilan di atas 35 minggu tidak diizinkan terbang.
Ketentuan ibu hamil naik pesawat Lion Air, Wings Air, Malindo, Batik Air:
  • Ibu hamil dengan usia kehamilan di atas 28 minggu diwajibkan menyertakan surat keterangan medis yang menyatakan bahwa penumpang sehat secara medis untuk ikut dalam penerbangan.
  • Penumpang juga diminta mengisi formulir pertanggungan risiko Form of Indemnity (FOI) yang membebaskan maskapai dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.
Ketentuan ibu hamil naik pesawat Air Asia:
  • Untuk usia kehamilan hingga 27 minggu, penumpang diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas pada saat check-in yang membebaskan AirAsia dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.
  • Untuk usia kehamilan 28-34 minggu, penumpang diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas dan menyertakan surat keterangan medis dari dokter. Tanggal yang tercantum di surat keterangan ini tidak boleh melebihi 30 hari sejak tanggal keberangkatan maupun kepulangan.
  • Penumpang dengan usia kehamilan di atas 35 minggu tidak diizinkan terbang.
Ketentuan ibu hamil naik pesawat Sriwijaya Air, Nam Air:
  • Ibu hamil dengan usia kehamilan maksimal 32 minggu wajib menyertakan surat keterangan medis dari dokter dan juga mengisi surat pernyataan yang tersedia di bandara maupun kantor cabang Sriwijaya Air. Surat pernyataan ini membebaskan Sriwijaya dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.