See The Real Indonesia!

Hai, kami adalah Indoneo! – Profesional muda yang sangat antusias dalam bidang Tour & Adventure dari kota Yogyakarta yang indah.

Dengan pengetahuan lokal kami yang sangat dalam, pemandu wisata ramah dan ratusan tempat yang bisa dikunjungi menjadikan Anda tidak akan pernah kekurangan pilihan untuk berwisata. Bersama kami melihat pulau-pulau tropis, pantai yang masih alami, ombak, gunung berapi, satwa liar, mengunjungi masyarakat dengan budaya yang unik, dan mencicipi berbagai masakan yang nikmat. Kami akan memberikan Anda pengalaman perjalanan terbaik dalam hidup Anda – karena Anda adalah prioritas kami!

INDONEO.COM PAKET WISATA DAPATKAN QUOTE GRATIS

HARGA KOMPETITIF   –   GRUP BESAR DISKON   –   PAKET WISATA UNIK   –   TOUR CUSTOM

Tips Mengatasi Kebosanan Menunggu Delay Pesawat di Indonesia

Terlambatnya keberangkatan pesawat dari jadwal yang telah ditentukan seringkali membuat para penumpang kesal karena menunggu penerbangan delay sangat membuang waktu dan membosankan. Apalagi jika penerbangan yang dipesan untuk perjalanan bisnis yang membutuhkan ketepatan waktu untuk mencapai lokasi tujuan, bisa-bisa mood berubah seketika hanya karena pesawat yang delay. Kemudian, tidak semua bandara memiliki fasilitas sinema, taman, shower dan koneksi internet dengan akses yang cepat dan gratis seperti yang terdapat di Bandara Changi Singapura ataupun Bandara Incheon Seoul yang dapat membantu anda untuk mengusir kebosanan menunggu pesawat delay. Namun, dengan mengikuti tips-tips dibawah ini, maka menunggu penerbangan yang delay akan menjadi lebih mengasyikkan.

Data maskapai penerbangan dengan ketepatan waktu terbaik

Pesawatmenjadi pilihan favorit bagi traveller yang seringkali melakukan perjalanan jauh. Untuk mengetahui maskapai penerbangan Indonesia yang paling tepat waktu ataupun seringkali terjadi delay dalam penerbangannya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Indonesia telah merilis data yang berkaitan dengan ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) dari delapan maskapai yang ada di Indonesia. Ada tiga indikator yang digunakan Kemenhub untuk menentukan baik atau buruknya OTP maskapai yang ada di Indonesia, yaitu :

a) Faktor teknis operasional (TO), yang terkait dengan faktor teknis operasional, seperti terjadinya antrian pesawat saat take off atau landing dan keterlambatan pengisian bahan bakar.

b) Faktor non teknis (NTO), terkait dengan keterlambatan pilot yang bertugas atau penanganan pesawat saat di udara.

c) Faktor cuaca (CUA)

Nilai OTP dari suatu maskapai terbilang baik jika nilainya di atas 80%, jika nilainya di atas 70% maka OTP dari maskapai tersebut terbilang biasa, sedangkan jika nilai OTP maskapai berada di bawah 70% maka terbilang buruk. Data yang dirilis oleh Kemenhub Indonesia ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata OTP dari sembilan maskapai yang ada di Indonesia di atas 70%, dengan posisi sebagai berikut :

  • Peringkat I oleh Garuda Indonesia dengan nilai rata-rata OTP sebesar 87,24%.
  • Peringkat II oleh Batik Air dengan nilai rata-rata OTP sebesar 83%
  • Peringkat III oleh Tiger Airways dengan nilai rata-rata OTP sebesar 81,76%
  • Peringkat IV oleh Sriwijaya Air dengan nilai rata-rata OTP sebesar 80,34%
  • Peringkat V oleh Wings Air yang banyak melayani rute penerbangan daerah dengan nilai rata-rata OTP sebesar 79,38%.
  • Peringkat VI oleh Citilink dengan nilai rata-rata OTP sebesar 77,78%.
  • Peringkat VII oleh Lion Air dengan nilai rata-rata OTP sebesar 75,8%.
  • Peringkat VIII oleh Indonesia AirAsia dengan nilai rata-rata OTP sebesar 74,78%.

Maka, tercatat bahwa Garuda Indonesia tercatat menjadi maskapai paling tepat waktu terbang di Indonesia, diikuti Batik Air, Tiger Airways, Sriwijaya Air, dan Wings Air. Lantas, penerbangan dari maskapai apa yang kerap kali terlambat terbang (delay)? Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, (Februari/2015) melansir Daftar ketepatan waktu penerbangan (OTP) maskapai yang beroperasi di Indonesia periode Januari-Desember 2014. Daftar ini menyebutkan, adalah Trans Nusa yang menjadi maskapai penerbangan paling kerap terlambat terbang (delay) dengan tingkat otp hanya 54,41 persen. Empat maskapai lain yang berada di urutan bawah adalah Trigana Air dengan OTP 62,91 persen, Kalstar Aviation dengan otp 65,30 persen, dan Aviastar Mandiri dengan otp 69,40 persen.

Cara Mengatasi Kebosanan Menunggu Pesawat Delay

Tidak semua pesawat bisa berangkat tepat waktu. Kadang yang paling menyebalkan ketika pesawat delay lebih dari satu jam. Pesawat delay seringkali membuat perjalanan menjadi membosankan. Bayangan liburan yang asyik di depan mata mendadak buyar dan berganti rasa jengkel. Berikut cara asyik untuk menghabiskan waktu sembari menunggu keberangkatan pesawat yang patut dicoba!

1. Membaca Buku

Saat hari kerja, kamu hampir tidak punya waktu untuk membaca buku atau novel yang sudah menumpuk di salah satu sudut lemari buku atau meja kerjamu. Maka, sebelum bepergian biasakan menyiapkan buku, seperti novel atau komik favorit sebagai bahan bacaan di pesawat atau mengisi waktu luang di tempat tujuan. Nah, dalam momen seperti ini buku kamu jadi sangat berguna banget, karena bisa mencicil membaca buku favorit sambil menunggu naik ke pesawat. Alternatifnya, kamu juga masih bisa membeli majalah yang dijual di kios-kios sekitar bandara.

2. Browsing internet

Sudah menjadi rahasia umum kalau internet sekarang menjadi kebutuhan, dan ponsel pun tidak hanya digunakan untuk menelepon atau sms. Banyak travelers yang menggunakan ponsel dan laptop yang dilengkapi berbagai macam aplikasi dan layanan data. Dengan gadget yang kamu bawa ini, kamu bisa memanfaatkannya untuk mengakses internet, membuka jejaring sosial seperti Facebook untuk berbagi cerita perjalanan kamu ke teman-teman atau membaca artikel-artikel online seputar berita dan tujuan wisata kamu. Gak hanya itu, kamu juga bisa bermain game online yang menjadi alternatif menyenangkan sebagai teman penantian di bandara. Ataupun menghabiskan waktu dengan menghapus e-mail yang tidak diperlukan lagi dari inbox. Di hari kerja, kamu biasanya jarang mengelola inbox karena terlalu sibuk. Pastikan saja baterai gadget kamu penuh dengan koneksi internet yang baik.

3. Mengobrol dengan sesama traveller

Untuk menghabiskan waktu, mengobrol merupakan salah satu cara yang paling mudah. Berkomunikasi dan berkenalan dengan sesama traveler lain yang juga terkena delay kadang menjadi awal sebuah relationship. Anda bisa bertukar pengalaman, cerita perjalanan, hingga urusan bisnis.

4. Nikmati musik favorit

Musik dapat membantu kamu menenangkan emosi dan mengangkat mood yang kandas lantaran penerbangan tertunda. Jaga agar volumenya tidak terlalu kencang, paling tidak kamu masih bisa mendengar pemberitahuan bandara yang menginformasikan gerbang boarding atau jadwal baru dari penerbangan kamu. Musik ceria bisa menghibur travelers, musik kenangan untuk kembali ke masa lalu, music beat untuk membangkitkan semangat kembali. Apapun musiknya yang penting bosan menghilang! Siapkan earphone atau headset yang berkualitas baik agar suaranya tidak pecah.

5. Menonton Film

Gadget smartphone saat ini sudah banyak yang memiliki layar lebar dengan kualitas suara yang baik. Siapkan banyak film baru kesukaan kamu yang bisa kamu download atau copas ke dalam gadget kamu. Dari film pendek hingga film yang berdurasi panjang bisa kamu download atau copas dari teman. Jangan lupa membawa earphone untuk menonton film dari gadget kamu.

6. >Wisata kuliner

Meski harga makanan pada gerai-gerai di bandara relatif lebih mahal, tak ada salahnya Anda menikmati salah satu menu unik atau khas daerah tersebut. Selain berwisata kuliner, Anda juga bisa hunting oleh-oleh khas daerah bandara tersebut. Atau kamu bisa juga memilih kafe di dalam kompleks bandara untuk ditemani dengan secangkir minuman cokelat hangat yang dapat membangun mood kamu kembali sekaligus memesan cemilan yang bisa mengisi perutmu yang keroncongan. Jangan lupa juga untuk narsis dan berfoto ria dan mengunggahnya di social media Instagram untuk menambah keseruan!

7. Window shopping

Belanja bisa membuat travelers lupa waktu dan menjadi salah satu jurus jitu mengusir kebosanan, menunggu pun tidak terasa. Belanja oleh-oleh untuk kerabat dekat di duty free shop, belanja makanan khas, atau souvenir lokal setempat biasanya ada di area sekitar bandara. Kalau terlanjur tak punya anggaran untuk belanja, tidak ada salahnya sekadar melihat-lihat atau window shopping. Kegiatan ini diyakini bisa membantu pikiran lebih fresh dan gak suntuk.

8. Mengamati pesawat dan keindahan arsitektur bandara

Setiap perjalanan memiliki kesan tersendiri. Nikmati waktu menunggu pesawat delay dengan berkeliling bandara menyaksikan pesawat yang sedang bersiap melakukan penerbangan ataupun yang take-off. Abadikan suasana bandara yang biasanya memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri lewat aplikasi foto untuk mengunggahnya ke Instagram sehingga menjadi dokumentasi unik perjalanan kali ini.

9. Menikmati waktu relaksasi diri

Padatnya aktifitas hidup sehari-hari, jalanan yang macet, pekerjaan, keluarga, anak-anak, membuat travelers jarang punya waktu sendiri. Kenapa tidak memanfaatkan waktu menunggu untuk sekedar relaks. Mengambil waktu sendiri dan merenungkan hidup yang sudah dijalani. Menuliskan beberapa catatan penting untuk langkah hidup selanjutnya bisa menjadi sebuah moment refleksi yang jarang didapatkan. Atau travelers bisa memanfaatkannya untuk memanjakan diri supaya otot-otot tidak kaku dan lebih relaks. Kini sudah ada beberapa bandara yang menyediakan kursi pijat, tempat pemijatan, atau spa. Ini juga menjadi salah satu alternatif menyenangkan untuk memanjakan diri selagi menunggu jadwal penerbangan. Lemaskan otot di kursi pijat. Fasilitas semacam ini mulai tersedia di beberapa terminal dalam negeri, salah satunya di ruang tunggu domestik Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

Satu hal yang penting, jangan sampai kamu tertidur di pesawat. Ini fatal dan kemungkinan bisa terjadi. Mungkin kamu pebisnis dan orang yang banyak kerjaan, sehingga saat terasa lelah kamu tertidur di bandara. Jangan sampai kamu ketinggalan pesawat dan tidak mendengar info keberangkatan. Kemudian, jangan lupa untuk makan sebelumnya dan membawa camilan jika kamu berencana traveling jauh. Kamu tidak mau kan kelaparan ketika pesawat kamu delay, sementara tidak tersedia makanan di dekat situ. Pesawat delay sudah merupakan bagian dari perjalanan Wisata, yang terpenting ialah keselamatan kamu mencapai tempat tujuan.

Kompensasi yang diperoleh penumpang jika pesawat delay

Kasus ratusan penumpang Lion Air terlantar akibat tertundanya penerbangan mereka, Rabu (18/2/2015) lalu memunculkan pertanyaan oleh publik masyarakat, kompensasi apa yang diterima jika penerbangan dari maskapai penerbangan yang dipesan mengalami delay? Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara dan Peraturan Menteri Perhubungan No 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, penumpang berhak mendapatkan kompensasi dari maskapai bila penerbangan mereka terlambat alias delay, dengan detail sebagai berikut :

Berdasarkan Pasal 36 Permenhub 25/2008 :
    • Delay antara 30-90 menit

Jika pesawat mengalami delay penerbangan selama 30-90 menit maka penumpang berhak mendapatkan makanan ringan dan minuman yang wajib disediakan oleh pihak maskapai.

    • Delay antara 90-180 menit

Jika pesawat mengalami delay selama 90-180 menit maka penumpang berhak mendapatkan makanan ringan, minuman, makan siang atau makan malam serta berhak meminta pemindahan ke penerbangan berikutnya dari maskapai yang sama atau maskapai lainnya. Penumpang berhak pula untuk pindah ke penerbangan dengan jadwal yang berbeda.

    • Delay lebih dari 180 menit

Jika pesawat mengalami delay lebih dari 180 menit maka penumpang berhak mendapatkan minuman, makanan ringan, makan siang maupun makan malam malam serta berhak untuk beralih ke penerbangan berikutnya atau maskapai lain. Namun jika peralihan penerbangan tersebut tidak dapat dilakukan maka penumpang berhak mendapatkan fasilitas akomodasi kepada untuk dapat diangkut pada hari berikutnya yang tentunya hal tersebut merupakan kewajiban maskapai untuk menyediakannya.

Jika penumpang menolak untuk beralih ke penerbangan lain dengan maskapai yang sama atau maskapai lain maka pihak maskapai wajib mengembalikan sejumlah uang tiket yang telah dibayarkan oleh penumpang. Pihak maskapai juga diperbolehkan mengambil tindakan lain jika memang maskapai tersebut mempunyai kebijaksanaan lain yang memberikan kompensansi lebih baik dari ketentuan tersebut demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang.

Sementara dalam Pasal 10 Permenhub 77/2011 diatur sebagai berikut :

a. keterlambatan lebih dari 4 jam diberikan ganti rugi sebesar Rp 300.000 per penumpang
b. diberikan ganti kerugian sebesar 50 persen dari ketentuan dalam poin (a) apabila pengangkut menawarkan tempat tujuan lain yang terdekat dengan tujuan penerbangan akhir penumpang (re-routing), dan pengangkut wajib menyediakan tiket penerbangan lanjutan atau menyediakan transportasi lain sampai ke tempat tujuan apabila tidak ada moda transportasi selain angkutan udara
c. dalam hal dialihkan kepada penerbangan berikutnya atau penerbangan milik Badan Usaha Niaga Berjadwal lain, penumpang dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk peningkatan kelas pelayanan (up grading class) atau apabila terjadi penurunan kelas atau sub kelas pelayanan, maka terhadap penumpang wajib diberikan sisa uang kelebihan dari tiket yang dibeli.

Jenis-jenis keterlambatan kemudian diperjelas dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara (“Permenhub 77/2011”). MenurutPasal 9 Permenhub 77/2011, keterlambatan terdiri dari:

a) keterlambatan penerbangan (flight delayed);
b) tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara (denied boarding passenger); dan
c) pembatalan penerbangan (cancelation of flight).

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.

Umumnya, maskapai penerbangan di Indonesia mengacu pada ketentuan-ketentuan di atas. Sedangkan, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang asuransi keterlambatan, bagasi hilang serta kecelakaan mulai berlaku 1 Januari 2012, maskapai penerbangan yang delay lebih dari 4 jam wajib memberikan ganti rugi senilai Rp300.000,- bagi setiap penumpang yang bisa berupa voucher yang dapat ditukarkan dengan uang senilai Rp300.000 ataupun maskapai langsung membayar secara tunai. Lalu, Peraturan Menteri Perhubungan juga mengatur sanksi jika bagasi hilang, maka maskapai harus memberikan ganti rugi Rp200.000,- per kilogram (maksimum Rp4.000.000,-). Dijelaskan pula. bagasi dianggap hilang apabila dalam 14 hari tidak dapat ditemukan. Kehilangan sementara bagasi juga mendapat ganti rugi uang tunggu sebesar Rp 200.000/hari (maksimal 3 hari). Sedangkan barang bagasi yang rusak juga mendapat ganti rugi sesuai dengan jenis, bentuk, ukuran dan merek bagasi yang tercatat.

Meski demikian, pengangkut atau maskapai penerbangan dibebaskan dari tanggung jawab atas ganti kerugian akibat keterlambatan penerbangan yang disebabkan oleh faktor cuaca dan/atau teknis operasional (lihat Pasal 13 ayat [1] Permenhub 77/2011). Yang dimaksud faktor cuaca dan teknis operasional dijelaskan dalam penjelasan Pasal 146 UU Penerbangan dan juga Pasal 13 ayat (2)dan ayat (3) Permenhub 77/2011 yang dapat dilihat dalam tabel di bawah ini :

Faktor Cuaca

Teknis Operasional

TIDAK Termasuk Teknis Operasional

hujan lebat, petir, badai, kabut, asap, jarak pandang di bawah standar minimal, atau kecepatan angin yang melampaui standar maksimal yang mengganggu keselamatan penerbangan

(Pasal 146 UU Penerbangandan Pasal 13 ayat [2] Permenhub 77/2011)

a. bandar udara untuk keberangkatan dan tujuan tidak dapat digunakan operasional pesawat udara;

b. lingkungan menuju bandar udara atau landasan terganggu fungsinya misalnya retak, banjir, atau kebakaran;

c. terjadinya antrian pesawat udara lepas landas (take off), mendarat (landing), atau alokasi waktu keberangkatan (departure slot time) di bandar udara; atau

d. keterlambatan pengisian bahan bakar (refuelling).

(Pasal 146 UU Penerbangan dan Pasal 13 ayat [3] Permenhub 77/2011)

a. keterlambatan pilot, co pilot, dan awak kabin;

b. keterlambatan jasa boga (catering);

c. keterlambatan penanganan di darat;

d. menunggu penumpang, baik yang baru melapor (check in), pindah pesawat (transfer) atau penerbangan lanjutan (connecting flight); dan

e. ketidaksiapan pesawat udara.

(Penjelasan Pasal 146 UU Penerbangan)

Berikut kebijakan masing-masing maskapai penerbangan terkait penerbangan yang delay :

Tiger Airways

Jika ada pembatalan atau keterlambatan penerbangan yang menyebabkan Anda melewatkan penerbangan selanjutnya, maka maskapai yang terkena dampaknya, yaitu Tiger Airways, akan menampung Anda pada penerbangan berikutnya yang tersedia. Hal ini berlaku untuk perjalanan Anda ketika pergi maupun pulang. Semua biaya untuk menampung Anda ke penerbangan berikutnya akan dibebaskan.

Garuda Indonesia, WingsAir

Peraturan Menteri Perhubungan No 77/2011 yang diberlakukan mulai 1 Januari 2012 menyatakan bahwa semua maskapai penerbangan termasuk pesawat Garuda, Wings Air jika terjadi delay hingga 4 jam, maka perusahaan akan memberi kompensasi dengan membayarkan Rp 300.000,- kepada penumpang. Dan untuk penerbangan delay dibawah 4 jam, maka maskapai penerbangan harus memberikan kompensasi berupa snack, makan dan penginapan sesuai ketentuan Permenhub 25/2008.

Air Asia

Dengan adanya program Jaminan Ketepatan Waktu, maka jika terjadi delay lebih dari 2 jam dari waktu keberangkatan oleh pesawat Air Asia, penumpang akan diberikan kompensasi sebesar Rp800.000,-. Tidak dalam bentuk voucher melainkan uang tunai, tapi ada syaratnya. Syaratnya, calon penumpang membeli paket AirAsia Insurance senilai Rp 19 ribu. Kompensasi ini, di luar ketentuan ganti rugi Rp 300 ribu jika pesawat delay selama 4 jam sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011. Sementara jika keterlambatan pesawat lebih dari 6 jam, penumpang AirAsia akan diberikan kompensasi yang lain lagi. Jaminan ini tidak berlaku untuk bayi yang ikut dalam perjalanan.

Sriwijaya Air, Nam Air

Maskapai penerbangan ini memberikan kompensasi akibat delay pesawat sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara yang memberikan kompensasi kepada penumpang akibat delay (penundaan berangkat) selama 4 jam berupa Voucher sebesar Rp300.000.

Citilink

Jika terjadi delay penerbangan lebih dari 5 jam, maka maskapai mengganti ganti rugi sebesar Rp 500.000 untuk biaya akomodasi dan biaya keterlambatan sebesar Rp 300.000 per orangnya sesuai data manivest penumpang.

Nah, dengan mengetahui informasi-informasi ini, semoga saat mengalami penerbangan delay, Anda sudah memahami hak dan kompensasi yang dapat diperoleh dari maskapai penerbangan.

Dasar hukum:

  1. Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.
  2. Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara.
  3. Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Related Post