Tipe Pesawat Yang Dipakai Oleh Maskapai Penerbangan Indonesia

Pesawat merupakan sarana transportasi yang sangat penting bagi pembangunan ekonomi dan pertahanan suatu negara. Indonesia yang terdiri dari negara kepulauan dan kondisi geografis yang bisa diakses dengan adanya dukungan transportasi yang mumpuni seperti pesawat terbang. Dahulu, ketika Indonesia masih dijajah oleh Belanda, pemerintah kolonial belum merancang program pengadaan pesawat terbang. Kemudian, tahun 1937, atas permintaan seorang pengusaha lokal, beberapa pemuda Indonesia ditugaskan untuk membuat sebuah pesawat di Bandung yang dinamakan PK KKH yang telah mengejutkan dunia penerbangan karena berhasil mencapai Belanda dan Cina.

Setelah kemerdekaan Indonesia, kesempatan untuk mengembangkan industri aviasi semakin terbuka lebar. Indonesia mulai menyadari pentingnya sarana transportasi yang menghubungkan antar pulau di Indonesia untuk kelancaran roda perekonomian, pembangunan, pemerintahan, dan ekonomi nasional. Pemuda Indonesia kembali merancang pembuatan pesawat terbang di era setelah kemerdekaan dibawah pengawasan Tossin yang perancangan mesinnya dibantu oleh Wiweko Supono yang menghasilkan karya pesawat terbang yang dinamakan RI-X. Inilah awal mula perkembangan industri penerbangan di Indonesia. Kini, pesawat terbang pun menjadi moda transportasi favorit bagi masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan domestik maupun ke luar negeri. Berikut beberapa maskapai penerbangan favorit di Indonesia.

Garuda Indonesia

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia yang terbang ke lebih 40 tujuan domestik dan 36 tujuan internasional. Garuda Indonesia meraih penghargaan sebagai Maskapai Penerbangan Regional Terbaik di Dunia yang diberikan oleh Skytrax yang berbasis di London. Terbang untuk pertama kalinya di tahun 1949, saat ini Garuda Indonesia membawa lebih dari 25 juta penumpang setiap tahunnya. Garuda Indonesia mengoperasikan tipe pesawat berikut ini berdasarkan kelasnya masing-masing :

1. Kelas Utama (First Class)

Garuda Indonesia menggunakan pesawat Boeing 777-300ER yang menyediakan 8 kursi kelas utama dengan fasilitas mewah berikut :

  • Sliding door di setiap suite.
  • Kursi ekonomis yang dapat diubah menjadi tempat tidur datar yang dapat diatur melalui seat control di layar sentuh. Kursi ini juga dilengkapi dengan matras, selimut, dan bantal.
  • Meja untuk menikmati hidangan makanan, lemari dan lampu baca pribadi.
  • Pembatas suite di bagian tengah dapat disesuaikan untuk mempermudah percakapan dengan penumpang suite yang berada di sebelahnya.
  • In flight entertainment dengan 23.5 inci touch screen LCD yang dilengkapi remote control dan headphone kedap suara.
2. Kelas Bisnis (Executive Class)

Bagi kelas bisnis, Garuda Indonesia menggunakan Pesawat Boeing 747-400 dan Boeing 737 yang masih menggunakan kursi eksekutif lama dengan ruang kaki 46″ dan panjang kursi 16″. Sementara di Boeing 737 seri 300, 400, 500, dan 800 memiliki ruang kaki 41″ dan panjang kursi 19″. Adapun fasilitasnya adalah sebagai berikut :

  • Kursi model flat bed dengan ruang kaki 74″ dan dapat diandalkan hingga 180 derajat yang dilengkapi sandaran tangan 11 inci.
  • Layar sentuh LCD dengan AVOD, colokan listrik, serta lampu baca pribadi di setiap kursi.
3. Kelas Ekonomi (Economy Class)

Garuda Indonesia menggunakan tipe pesawat Air bus A330-200, Air bus A330-300, dan Boeing 737-800 NG dengan fasilitas kursi ekonomi yang lebih baru dengan layar sentuh LCD AVOD 9 inci.

Rata-rata umur pesawat yang digunakan oleh maskapai Garuda adalah di bawah 4 tahun untuk melakukan efisiensi bahan bakar dan biaya perawatan. Maskapai Garuda Indonesia juga menggunakan jenis pesawat ATR 72-600 yang beroperasi dengan nama Garuda Explorer, dan tipe Bombardier CRJ 1000 NextGen yang digunakan untuk melayani rute terpencil di Indonesia Timur. Berikut rincian jenis dan jumlah pesawat yang digunakan Garuda Indonesia :

  • LATR 72-600 – 8 buah
  • Bombardier CRJ 1000 – 15 buah
  • Airbus A330-200 – 11 buah
  • Airbus A330-300 – 11 buah
  • Boeing 737-800 – 76 buah
  • Boeing 747-400 – 2 buah
  • Boeing 777-300ER – 6 buah

Air Asia

Maskapai penerbangan yang berasal dari Malaysia ini melayani 26 rute dengan penerbangan yang terkoneksi melalui lima bandara penghubung, yaitu Cengkareng, Bandung, Denpasar, Surabaya, dan Medan. Air Asia mengoperasikan tipe pesawat Airbus A320-200 dan Airbus A320Neo.

Citilink

Citilink adalah maskapai penerbangan berbiaya murah yang berdiri sejak tahun 2001 dengan bandara penghubung utama Bandara Internasional Juanda di Surabaya. Kini, Citilink berfikir menggunakan satu jenis pesawat tipe Airbus A320-200 dalam kegiatan operasionalnya.

Sriwijaya Air

Sebagai maskapai penerbangan yang didirikan oleh perusahaan swasta murni yang didirikan oleh Canada Lee, Henry Lee, Johan Benjamin, dan Anda Halim, Sriwijaya Air didirikan dengan visi untuk menyatukan seluruh kawasan Nusantara melalui pengembangan transportasi udara. Awal mulanya, Sriwijaya Air hanya mengoperasikan 1 armada Boeing 737-200 yang kini semakin bertambah seiring perkembangan konsumen yang tertarik menggunakan maskapai Sriwijaya Air. Berikut daftar jenis dan jumlah pesawat yang digunakan oleh Sriwijaya Air :

  • Boeing 737-300 – 11 buah
  • Boeing 737-400 – 5 buah
  • Boeing 737-500 – 15 buah
  • Boeing 737-800 – 5 buah

Kalstar

Terdaftar sebagai maskapai penerbangan yang memiliki kualitas keselamatan penerbangan, Kalstar Aviation merupakan maskapai yang berbasis di Serang. Didukung oleh 10 pesawat dengan tipe ATR 42-300, ATR 72-600, Boeing 737-500, dan ERJ195-200LR.

Wings Air

Maskapai penerbangan yang diresmikan tahun 2003 mengoperasikan penerbangan domestik ke seluruh Indonesia dan dua penerbangan ke Malaysia. Armada pesawat Wings Air didukung oleh pesawat ATR 72-500 sebanyak 20 buah dan ATR 72-600 sebanyak 2 buah.

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.

Tiger Airways

Maskapai yang berdiri sejak tahun 2003 ini merupakan nama maskapai penerbangan Singapura. Sebagai penerbangan berbiaya rendah pertama dari Singapura, Tiger Airways menerima keputusan dari pemerintah Cina untuk terbang ke berbagai kota di selatan Cina seperti Haiti, Guangzhou, dan Stephen di tahun 2006. Penerbangan Tiger Airways memiliki 70 buah pesawat dalam armadanya dengan tipe A320-200 dengan kelas ekonomi yang memiliki 180 tempat duduk.

Perbedaan Airbus, Boeing, ATR, Bombardier

Di Indonesia, peremajaan pesawat bagi maskapai seperti Lion Air dan Garuda Indonesia menjadi hal yang rutin dilakukan. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan ya ga dapat memunculkan biaya tinggi serta demi alasan efisiensi bahan bakar. Semakin berkembangnya zaman, teknologi di dunia penerbangan sekarang sudah mulai canggih. Sudah banyak pesawat komersial yang bermunculan di pasaran dengan keunggulan teknologinya masing-masing, seperti Foker dengan pesawat F-28 dan F-100 dan Bombardier dari Canada dengan tipe CRJ100, CRJ440, CRJ500. Hanya dari sekian banyak pesawat komersial, yang terkenal di Indonesia adalah Airbus dan Boeing. Berikut perbedaan dari masing-masing tipe pesawat.

AirBus

Airbus merupakan pesawat komersial yang masuk kategori Medium Range Aircraft yang dapat menempuh jarak antara 4.000 hingga 10.400 km. Berbasis di Perancis, jenis pesawat AirBus memiliki beberapa tipe, yaitu A318, A319, A320, A321, dan A330. Di Indonesia, maskapai penerbangan yang menggunakan tipe AirBus ini adalah Citilink (Airbus A320-200), Air Asia (Airbus A320-200 dan Airbus A320Neo), dan Garuda Indonesia (Airbus A330-200 dan Airbus A330-300) yang memiliki karakteristik badan pesawat yang sempit (narrow body) dan memiliki kapasitas 150 hingga 180 kursi pesawat.

Airbus A320 mampu menempuh jarak hingga 5.920 km dengan menghabiskan bahan bakar 24.210 liter yang lebih efisien dari Boeing 737. Airbus A330 merupakan sebuah pesawat terbang jet sipil komersial bermain ganda jarak menengah hingga jarak jauh berkapasitas besar dan berbadan lebar. Diperkirakan pesawat ini akan digantikan oleh seri terbaru Airbus A350. Pesawat Airbus A300 salah satu dari seri Airbus yang sangat sukses di pasaran.

Boeing

Boeing adalah jenis pesawat yang paling dikenal di seluruh dunia yang telah memproduksi lebih dari 6.000 unit pesawat. Bermarkas di Chicago, AS, perusahaan pembuat pesawat terbang ini didirikan oleh William Edward Boeing seorang pebisnis dan penebangan kayu yang sukses. Boeing memiliki dua divisi, yaitu Boeing Integrated Defense System (IDS) yang bertanggung jawab untuk produk militer dan angkasa, dan Boeing Commercial Airlines (BCA) untuk pesawat sipil. Produk Boeing yang paling laku adalah tipe Boeing 737 yang pertama kali dibuat tahun 1967. Dengan penjualan sebanyak 7000 buah, Boeing berfungsi untuk melakukan penerbangan jarak dekat dan sederhana. Saingan terbesar Boeing 737 yang banyak digunakan untuk maskapai penerbangan Garuda Indonesia adalah Airbus A320 yang juga dilengkapi teknologi tinggi sejak tahun kemunculannya di tahun 1990. Boeing menciptakan seri 737-900 yang mampu terbang lebih jauh dan menampung penumpang lebih banyak dari tipe 707 untuk melengkapi kebutuhan komersial dan tren peningkatan penggunaan pesawat terbang sebagai alternatif transportasi.

Di Indonesia, Boeing 737 merupakan standar armada bagi maskapai di Indonesia. Hampir semua maskapai penerbangan Indonesia menggunakan Boeing 737 dalam operasional penerbangan. Perbedaan antara Airbus dan Boeing yaitu Airbus dibentuk oleh konsorsium Eropa, sementara Boeing dimiliki oleh AS. Kedua perusahaan swasta penghasil pesawat komersial ini sejak dekade tahun 1990an telah mengadakan diawali dalam pasar global untuk pesawat jet komersial berukuran besar, mulai dari pesawat berbadan sempit, lebar, hingga jet berukuran jumbo. Garuda Indonesia juga akan mengoperasikan Boeing 777, sebuah pesawat penumpang sipil berbadan lebar untuk perjalanan jarak jauh dengan kapasitas 305 hingga 550 penumpang dengan jangkauan 5.600 hingga 16.400 km. Selain itu, Boeing 777 untuk menggantikan Boeing 747 dan tentunya lebih efisien. Di kelas Long Range Aircraft yang mampu terbang minimal 10.400 km non stop, pesawat Boeing dan Airbus bersaing sangat ketat.

ATR

ATR yang berbasis di Perancis adalah salah satu perusahaan yang berfokus pada pengembangan bisnis pesawat komersial dengan tipe ATR42 dan ATR72 sejak tahun 1981. Perbedaan antara keduanya terletak dari jumlah kursi yang ada di masing-masing tipe pesawat. ATR42 berasal dari jumlah kapasitas kursi yang berjumlah 40 hingga 50. Pesawat ini kemudian dikembangkan menjadi ATR72, sebuah pesawat penumpang regional jarak pendek berkesan twin Turki dengan kapasitas kursi hingga 78 penumpang yang dikendalikan oleh dua kru penerbangan. Pesawat ATR72-600 telah digunakan oleh maskapai Garuda Indonesia dalam operasionalnya sehari-hari, terutama untuk rute-rute di Kalimantan (Balikpapan, Palangkaraya, Pontianak, dan Putusibau) sehingga transportasi di Kalimantan lebih cepat dan efisien seiring meningkatnya perdagangan dan perekonomian antar kata-kata tersebut.

Ramainya peminat yang menggunakan transportasi di rute-rute di area yang masih sulit transportasi membuat Garuda Indonesia mengembangkan penggunaan ATR72-600 hingga ke daerah-daerah Timur Indonesia, seperti Bali, Bima, Mataram, dan Labuan Bajo. Pejabat tinggi Garuda Indonesia menyatakan bahwa pesawat inilah yang paling canggih dan nyaman di kelasnya untuk melayani rute penerbangan jarak pendek di berbagai pulau dan kota. Keunggulan lain dari pesawat komersial ATR72-600 adalah a) bisa menjangkau bandara kecil dengan landasan pacu kurang dari 1600 meter dan jarak tempuh kurang dari 900 NM, b) walaupun berkapasitas 70 penumpang dengan jarak kursi hanya 30 inci, interior kabin tetap terasa aman dan nyaman bagi penumpang karena di desain khusus oleh ahli modifikasi interior mobil sport, Giorgetto Giugaro dari Italia, c) ATR72-600 juga diklaim hemat bahan bakar sekitar 50 persen ketimbang pesawat lain yang sejenis dan memiliki jarak tempuh yang sama, sehingga biaya operasionalnya lebih rendah, d) kantor pelayanan ATR di Singapura akan menjamin ketersediaan suku cadang utama, seperti baling-baling dan nosel bahan bakar.

Bombardier

Pesawat komersial dengan tipe Bombardier ini diciptakan oleh Bombardier Aerospace yang merupakan bagian dari Bombardier Inc, sebuah perusahaan pesawat terbesar keempat di dunia dalam hal pengiriman tahunan pesawat komersial secara keseluruhan, dan terbesar ketiga dalam hal pengiriman tahunan pesawat terbang secara keseluruhan. Bermarkas di Montreal, Quebec, Canada, Bombardier bekerjasama dengan perusahaan Aerospace ExelTech untuk pemeliharaan, masalah perbaikan, dan overhaul (MRO). Bombardier melengkapi produksi pesawat terbang mereka mulai dari pesawat jet bisnis, jet komersial, hingga turboprop. Di Indonesia sendiri, walaupun rata-rata menggunakan Boeing dan Airbus untuk mengangkut banyak penumpang sekaligus, namun untuk penerbangan di Timur Indonesia umumnya menggunakan pesawat yang lebih kecil. Garuda Indonesia memilih Bombardier CRJ700 untuk rute-rute penerbangan ke Indonesia bagian timur yang masih memiliki akses transportasi yang minim. Semua pesawat CRJ700 dibuat di Bandar Udara Internasional Montreal Mirabel di Kanada yang merupakan perpanjangan dari jumlah kursi pesawat yang terdiri dari 66 hingga 78 kursi. Dilengkapi dengan sayap baru, CJR700 dilengkapi dengan sudut flat yang tinggi dan perpanjangan serta sedikit pelebaran lambung dengan lantai yang lebih rendah.

Nah, sudah tahu kan model-model pesawat terbang yang digunakan di Indonesia? Jangan khawatir soal keamanannya, didukung dengan pilot yang berpengalaman serta teknisi yang selalu sigap mengecek mesin agar siap terbang tanpa masalah, akan membawa Anda terbang menikmati birunya langit dengan perasaan aman dan nyaman.

Yuk segera pesan tiket pesawat di https://www.tiket2.com!