Terbang Bersama Anak? Begini Cara Tangani Rasa Takut dan Bosan Anak

Kini, liburan menjadi lifestyle tersendiri bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Entah itu yang masih jomblo (Oops..) atau yang sudah berkeluarga, dan bahkan yang sudah memiliki anak. Jika keinginan atau kecintaan terhadap travelling begitu kuat, apapun pasti akan diusahakan untuk dilakukan dengan baik. Salah satu hal yang umumnya menjadi masalah dalam travelling saat sudah berkeluarga adalah membawa ikut serta si anak dalam penerbangan. Ya, saat anak masih kecil, atau diusia bayi atau batita (anak dibawah tiga tahun), kondisinya begitu sangat labil. Termasuk kondisinya saat ia hanya diam, digendong dan menunggu. Bisa dibayangkan betapa menjemukannya bagi si anak. Terlebih lagi bila si anak memiliki perasaan takut, ya anak takut naik pesawat.

Terkait dengan hal ini, beberapa orang tua kemudian berfikir untuk berlibur dengan jarak dekat saja sehingga dapat membawa kendaraan pribadi jika memang tidak seberapa jauh, sehingga kapanpun anak bosan atau rewel didalam mobil, bisa keluar sejenak untuk menghibur mereka. Atau orang tua juga mulai memilih liburan ke tempat yang bisa dijangkau dengan penerbangan jarak pendek. Padahal, membawa anak melintasi negara bahkan benua akan menjadi cerita tersendiri dan pastinya mengasyikan. Memang akan menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua untuk membawa seorang batita yang dalam perkembangannya sedang aktif-aktifnya. Baik sebelum penerbangan, saat di dalam kabin pesawat maupun setelah landing. Ada banyak hal yang membuat kita perlu memperhatikan si kecil lebih dari biasa. Karena besar kemungkinan anak takut naik pesawat, Anak bosan dalam pesawat, Anak rewel di pesawat. Nah bila anda adalah orang tua yang sedang ingin terbang jauh bersama buah hati anda, anda perlu menyiapkan diri. Begini cara-cara yang bisa dilakukan untuk menenangkan si kecil saat naik pesawat.

Anak takut naik pesawat

Jangankan anak-anak, orang dewasa saja ada yang mengalami hal ini. Umumnya seseorang yang takut ketinggian akan merasa panik saat naik pesawat dan hanya berlangsung kisaran 10 menit pertama. Namun, dalam kasus lain, terdapat orang yang takut ketinggian dan merasa panik selama lebih dari 10 menit. Bisa jadi, orang yang mengalami hal tersebut mengidap aviophobia. Aviophobia adalah salah satu jenis phobia saat berada dalam pesawat terbang. Orang yang memiliki aviophobia akan sangat tertekan dan kurang nyaman di dalam pesawat, bahkan memiliki hasrat untuk segera keluar dari pesawat secara tiba-tiba. Pusing mendadak, mual, dan gemetar juga akan dialami oleh para pengidap aviophobia. Sebenarnya, aviophobia muncul karena pikiran sendiri seperti kekhawatiran terhadap pesawat yang akan menabrak sesuatu, pesawat jatuh, pesawat terpeleset saat mendarat, dan pikiran-pikiran negatif lain tentang pesawat yang mereka tumpangi. Dewasa ini, banyak maskapai penerbangan yang telah memberikan medis service dalam menghindari phobia-phobia penumpang, seperti aviophobia ini.

Begitulah ketakutan orang dewasa dalam menumpangi pesawat. Well, kita kembali ke bahasan anak takut naik pesawat. Bagi anak-anak, ketakutan adalah hal yang wajar. Dan masih sedikit sulit untuk diklasifikasikan sebagai phobia atau bukan. Karena diusia-usia batita, anak yang memiliki rasa takut justru merupakan cerminan bahwa si anak memiliki kematangan kognitif. Selain itu pengalaman maupun pengamatan yang ia lakukan akan mengasah daya ingatnya juga bagaimana ia bersikap terhadap sesuatu. Hal semacam ini merupakan perkembangan yang baik bagi anak-anak usia satu hingga tiga tahun. Menurut seorang ahli perkembangan anak, dr. Benjamin Spock, faktor-faktor yang berpengaruh pada pembentukan rasa takut seorang anak batita ada dua, yaitu tingkat kematangan emosi serta kemampuan kognitif untuk memprediksi. Bila emosi anak tersebut semakin matang serta kemampuan prediksi yang ia miliki juga baik, maka rasa takut anak juga semakin kecil. Karena cara pandangnya akan sesuatu menjadi lebih bijaksana ala batita.

Selain kedua faktor tersebut, daya imajinasi dan daya ingat anak juga harus menjadi pertimbangan pembentukan rasa takut. Ini karena kemampuan anak berimajinasi berkembang sangat baik pada usia batita, dan cepat belajar dari hal-hal yang dialaminya. Bila ia mengimajinasikan hal-hal seperti di kartun yang ia tonton, atau mengingat mainan pesawatnya yang jatuh, ketakutan akan naik pesawat terbangpun bisa saja ia alami. Bagi orang tua yang naik pesawat bersama anak, harus disadari betul bahwa ada kemungkinan Anak bosan dalam pesawat, bahkan Anak rewel di pesawat. Maka harus ada tindakan yang diambil untuk menenangkan mereka. Berikut tips naik pesawat bersama anak anda.

Pikirkan kemungkinan yang akan terjadi dan persiapkan solusinya!

Sebelum berangkat, ada hal-hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu agar penerbangan anda bersama anak lebih nyaman. Intip tipsnya berikut ini.

1. Pengalaman yang dibagi

Yap, bagi anak batita, cerita hal-hal baru menjadikannya tertarik dan ingin mencoba. Nah sebelum berangkat, jauh-jauh hari cobalah untuk berbicara dengannya betapa menyenangkan dan serunya naik pesawat. Coba ceritakan apa saja yang bisa dilakukan selama berada dalam pesawat, dan jawablah pertanyaannya dengan baik. Boleh juga anda visualisasikan pesawat kepada si kecil, misal dengan browsing video di youtube. Makesure anda mengarahkan ia pada kesimpulan bahwa naik pesawat adalah hal yang menyenangkan dan aman untuk dilakukan. Bila ia sudah merasa takut, coba tunjukkan destinasi anda pula, katakan bahwa tujuannya adalah untuk berlibur dan pasti menyenangkan. Berusahalah untuk meyakinkan bahwa apa yang akan mereka dapatkan setelah sampai di tujuan benar-benar bisa mereka rasakan.

2. Layanan khusus anak

Jika memang perjalanan anda sangat jauh, misal butuh 4 jam perjalanan di udara, ada baiknya untuk memesankan si kecil kursi pesawat sendiri. Walau usianya masih dibawah 2 tahun, bila postur tubuhnya sudah besar akan memberikan kesan kurang nyaman pada si buah hati. Terlebih bagi orang tua, tentu memangkunya selama 4 jam akan melelahkan bukan?

Dalam memilih kursi, pastikan anda mengkomunikasikannya terlebih dalu pada pihak maskapai penerbangan yang akan anda pilih. Beberapa maskapai penerbangan memiliki layanan khusus bagi anak seperti adanya menu makanan khusus anak, goodie bag, snack, baby bassinet, juga sabuk pengaman tambahan. Maskapai penerbanganpun juga ada yang mengizinkan pembawaan stroller dan car seat ke kabin, namun juga ada yang tidak memperbolehkan. Maka updatelah informasi mengenai hal ini agar anda bisa memberikan kesan pertama yang baik bagi penerbangan si kecil.

Bila memungkinkan, pilihlah kursi di depan yang tak terlalu jauh dari toilet dan anakpun bisa bermain di area yang sedikit lebih lebar daripada di kursi bagian tengah. Penting pula untuk memilih penerbangan malam yang menyesuaikan jadwal tidur si kecil, sehingga saat penerbangan ia akan lebih banyak tertidur, dan tidak ada kata Anak rewel di pesawat lagi.

3. Cek Kesehatan si Kecil Sebelum Terbang

Untuk perjalanan yang cukup jauh, ada baiknya untuk mengecek kondisi kesehatan si kecil. Bila memang kondisinya tidak memungkinkan untuk terbang, jangan dipaksakan terbang hari itu. Namun bila boleh terbang, persiapkan obata-obatan yang mungkin ia perlukan. Bisa obat wajibnya yang diresepkan dokter, atau sekedar obat penurun panas atau minyak kayu putih. Jangan lupa pula memakaikannya pakaian yang lembut, hangat juga nyaman. Mengingat suhu kabin pesawat antara 20 hingga 24 derajat celcius, usahakan untuk memberikan baju yang hangat, namun jangan terlalu tebal dan justru mengganggu gerak aktifnya. Baiknya bawa saja sweater, selimut, sarung tangan, juga kaus kaki. Dan ketika tidur, mintalah bantal tambahan pada pramugari.

4. Membawa Barang secukupnya

Ingat, hal penting yang harus dipersiapkan saat keluar negeri adalah dokumen penting. Karena ia masih kecil jangan lupa untuk membawa fotokopi akte kelahiran juga kartu keluarga. Agar lebih nyaman dan praktis, bawalah tas ransel yang diisi banyak barang ke dalam kabin. Dan jangan membawa banyak tas, karena akan merepotkan. Isilah tas dengan barang-barang anak seperti pakaian ganti dan popok lebih dari satu untuk berjaga-jaga baju si kecil basah karena minuman dan sebagainya. Lalu bawa kaus kaki, selimut, penutup telinga, topi, makanan, susu, botol, dot, obat-obatan, tisu basah, kain gendongan, kain penutup menyusui, serta mainan yang disukai si kecil. Makanan atau minuman yang cair baiknya diwadahkan dalam wadah tertutur rapat sesuai ketentuan yang berlaku agar di bandara tidak ada masalah dengan security.

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.

Oh, satu lagi jangan sampai lupa. Untuk menghindari anak bosan dalam pesawat, bawalah mainan kesukaannya. Misal mainan, buku gambar, pensil warna, buku cerita, atau mungkin gadget yang berisi game kesukaannya. Antisipasi agar anak rewel di pesawat tidak terjadi.

Yuk siap-siap naik pesawat bersama anak!

Persiapan sudah selesai, saatnya hari H penerbangan. Jangan panik dan tetap jaga anak anda. Jangan sampai anak lepas dari pengawasan ya! Biar lebih afdol, lakukan tips berikut ini.

1. Bermain sebelum terbang

Berangkatlah ke bandara dalam takaran waktu yang pas, tidak terlalu lama menunggu juga tidak terlalu pendek untuk take off. Mengapa? Karena untuk pemanasan, si anak perlu anda persiapkan dulu. Saat sudah sampai di bandara, ajaklah anak untuk bermain di tempat bermain anak atau bermain mainannya sendiri yang sudah anda persiapkan. Tak mengapa jika ia bermain hingga lelah, karena jika ia lelah, ia akan mudah tertidur saat penerbangan.

2. Jika membawa bayi, lakukan ini saat take off

Anak rewel di pesawat perlu diantisipasi sedari awal. Saat take off, bila si kecil masih diberi ASI, lebih baik berikan si anak ASI. Mengapa? Karena perbedaan tekanan udara yang terjadi akan membuat telinganya tidak nyaman. Dan minum ASI adalah salah satu “obat” untuk masalah ini. Bagaimana jika sudah tak di beri ASI? Tenang saja, cukup berilah ia dot susu, permen, atau makanan ringan. Hal ini juga perlu dilakukan saat landing.

3. Melayang di udara bersama anak

Untuk menghindari anak rewel di pesawat atau anak bosan dalam pesawat, ada baiknya untuk mengeluarkan maianan kesukaan mereka. Tau bisa juga dengan membaca buku, atau bercerita secara nyata tentang pengalaman yang ia rasakan saat itu. Tanyakan bagaimana kesannya naik pesawat, tanyakan apakah dia takut dan sebagainya. Sebagai orang tua, mengertilah bahwa dalam pengalaman pertamanya, ia banyak merekam banyak hal dan perlu penjelasan akan hal yang ia lihat, dengar juga rasakan. Biasanya di pesawat, crew kabin menyediakan bacaan, mintalah pada mereka bacaan yang disuka anak anda, atau bacaan mengenai pesawat. Baiknya belajar plus merasakan langsung pembelajaran tersebut. Seru bukan?

4. Anak rewel di pesawat

Bila Anak rewel di pesawat karena anak takut naik pesawat, cobalah untuk memahami dan mengakui rasa takut si kecil tersebut. Jangan sampai rasa takut anak terhadap ketinggian atau proses naik pesawat tersebut membuatnya jera. Tenangkan ia dengan kata-kata yang baik. Terangkan jika memang semua orang memiliki rasa takut, dan bantulah si kecil agar tenang dan mulai terbiasa dengan pesawat yang anda tumpangi.

5. Anak bosan dalam pesawat

Untuk membunuh rasa bosan, selain bermain atau dibacakan cerita, anda juga bisa mengajak putra putri anda untuk menonton film atau kartun favoritnya. Simpanlah file tersebut dalam gadget anda. Dan putarlah saat ia merasa bosan. Bisa juga dengan menggambar dan mewarnai bersama. Bila dalam kasus ia begitu suka menggambar dan mewarnai, ini juga bisa menolong anak dari rasa bosan yang ia miliki. Cobalah gambar apa yang ia minta, dan mintalah ia untuk mewarnainya sesuai dengan imajinasi mereka.

6. Anak tidak doyan makan

Asupan gizi sangat penting bagi tumbuh kembang anak, maka bila ia tidak makan otomatis kondisi badannya bisa drop. Lalu bagaimana jika si anak tak mau makan? Tenang, anda ingat bukan bahwa ada camilan kesukaannya di tas? Berikan ia camilan tersebut. Bisa juga selama di bandara, si kecil dibawa ke restoran. Atau bisa pula dengan meminta pramugari untuk menyiapkan makanan yang unik, biasanya beberapa maskapai penerbangan akan melakukan hal ini pada makanan anak kecil.

7. Hindari Jetlag

Jangankan anak-anak, orang dewasa juga masih merasakan jetlag kadang-kadang. Bagaimana solusinya? Atur jam tidurnya selama sebelum berangkat juga selama di pesawat. Hal ini cara terbaik agar si anak tidak kurang tidur, dan tidak menangis karena tubuhnya tidak nyaman.

Bagaimana? Masih ragu membawa buah hati anda terbang? Jangan khawatir, naik pesawat bersama anak juga bisa menyenangkan kok! Segera pesan tiket pesawat online di Tiket2.com yuk untuk liburan selanjutnya bersama si kecil!