September 2016, Garuda Indonesia Resmikan Dua Rute Ke Indonesia Timur

Kawasan Indonesia bagian timur sebagai daerah yang menyimpan banyak objek wisata yang potensial nampaknya masih akan terus mendapat sorotan setidaknya dalam kurun waktu setahun ini.

Termasuk maskapai nasional Garuda Indonesia yang selain meresmikan penerbangan Denpasar – Maumere pp, maskapai ini juga telah meresmikan penerbangan langsung Jakarta – Kupang pp yang akan dilayani di setiap harinya pada hari yang sama.

Garuda Indonesia melaksanakan peresmian rute penerbangan Maumere – Denpasar pp pada tanggal 22 September 2016 yang lalu. Peresmian ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan dalam meningkatkan konektivitas antar kota di Indonesia sekaligus memperkuat jaringan penerbangannya di pasar domestik – khususnya di wilayah Indonesia Timur. Peresmian penerbangan tersebut dilaksanakan secara simbolis oleh Direktur Kargo Garuda Indonesia, Sigit Muhartono bersama-sama dengan Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera beserta jajaran pemerintah daerah Maumere, di bandara Frans Seda Maumere.

garuda-indonesia-1

Garuda Indonesia melayani penerbangan Maumere – Denpasar empat kali dalam seminggu yaitu setiap Selasa, Kamis, Jumat dan Minggu, dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 dengan kapasitas sebanyak 70 orang penumpang kursi ekonomi. Penerbangan dari Maumere (GA 491) berangkat pukul 10.55 WITA dan tiba di Denpasar pukul 12.55 WITA kemudian terbang kembali dari Denpasar (GA 490) keesokan harinya pada pukul 07.00 WITA dan akan tiba di Maumere pada pukul 09.00 WITA.

Menurut Direktur Kargo Garuda Indonesia, Sigit Muhartono, rute penerbangan baru Denpasar – Maumere ini merupakan langkah strategis Garuda Indonesia dalam meningkatkan potensi wisata di Indonesia dan memperluas pasar penerbangan domestik, khususnya area Indonesia Timur.

Selain upaya pengembangan bisnis Perusahaan, pembukaan rute baru ini juga merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia untuk mendukung program-program pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antar pulau dan kota, khususnya dalam memajukan pariwisata nasional melalui pencapaian target kunjungan 272 juta wisatawan ke Indonesia, dimana 260 juta diantaranya adalah wisatawan domestik.

Senada dengan Sigit, Bupati Maumere, Drs. Yoseph Ansar Rera, menyatakan menyambut gembira pembukaan rute baru tersebut mengingat dengan adanya rute tersebut, konektivitas Maumere dari dan menuju Denpasar maupun kota-kota lainnya di seluruh Indonesia akan semakin meningkat. Pengguna jasa di kota-kota lainnya yang berniat untuk melakukan perjalanan bisnis maupun wisata baik ke Maumere dan sekitarnya maupun sebaliknya akan mendapat kemudahan akses transportasi dengan adanya rute ini.

Sigit menambahkan, dengan jumlah penduduk terbanyak di pulau Flores sebanyak lebih dari 311 ribu jiwa dan rencana pemerintah daerah untuk menjadikan bandara Frans Seda sebagai hub kedua di NTT, layanan ini akan dapat meningkatkan arus wisatawan dan bisnis antar kedua kota, sehingga pariwisata dan perekonomian Maumere semakin tumbuh.

Untuk rute lain yang dibuka di hari yang sama, Jakarta – Kupang PP, Garuda Indonesia melayaninya setiap hari. Maskapai ini berangkat dari Jakarta menuju Kupang dengan menggunakan GA 456 pada pukul 05.00 WIB, dan akan tiba di Kupang pada pukul 08.55 WITA. Kemudian akan berangkat lagi dari Kupang menuju Jakarta dengan menggunakan GA 457 pada pukul 18.15 WITA, dan akan tiba di Jakarta pada pukul 20.10 WIB. Penerbangan ini dilayani dengan menggunakan pesawat Bombardier CRJ 1000 NextGen yang berkapasitas 96 seat (all economy).

Penerbangan ini juga memiliki kelebihan seperti ramah lingkungan karena pesawat CRJ 1000 NextGen adalah salah satu produk Bombardier yang sangat handal dan ramah lingkungan, dengan biaya operasional yang sangat efisien.

Untuk tujuan pembukaan penerbangan Jakarta – Kupang pp sendiri, penerbangan ini merupakan bagian dari restrukturisasi jaringan penerbangan Garuda Indonesia, dan sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan lebih bagi para penumpangnya. Selain itu, melalui penerbangan langsung ini, para penumpang dari Tambolaka, Ende, Bajawa (flores), Rote, Atambua, Maumere, Waingapu, Ruteng dan Alor yang ingin bepergian dengan moda transportasi udara dapat terfasilitasi.

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.

Selain itu, adanya rute ini akan semakin memudahkan para penumpang Garuda Indonesia untuk mengakses berbagai tempat wisata menarik dan eksotis di kawasan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, mengingat Jakarta merupakan Hub utama penerbangan Garuda Indonesia, turis dari mancanegara yang tiba di Jakarta pun akan semakin dimudahkan.

Hingga kini Garuda Indonesia telah melayani penerbangan dari Kupang ke beberapa kota di Indonesia, diantaranya adalah penerbangan Kupang – Surabaya – Jakarta pp, Kupang – Denpasar – Jakarta pp, Kupang – Ende – Labuan Bajo pp dan Kupang – Tambolaka – Denpasar pp.

Dengan dilayaninya rute Maumere – Denpasar pp dan Jakarta-Kupang tersebut, Garuda Indonesia melayani sebanyak 39 penerbangan dari dan menuju Nusa Tenggara Timur setiap minggunya antara lain Jakarta – Denpasar – Kupang (setiap hari), Jakarta – Surabaya – Kupang (setiap hari), Denpasar– Tambolaka – Kupang (setiap hari), Denpasar – Labuabajo – Ende – Kupang (setiap hari).

Lebih jauh, untuk mendukung penerbangan di rute kawasan Indonesia timur lainnya yaitu penerbangan dari kawasan wisata yang lebih populer lainnya, Lombok menuju Bali dan sebaliknya, manajemen Garuda Indonesia mempertimbangkan penggantian pesawat yang lebih besar untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang.

General Manager PT Garuda Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Dasep M Suanda, mengungkapkan bahwa jika memang memungkinkan, pihaknya akan mengganti pesawat dari jenis ATR berpenumpang 70 orang menjadi pesawat yang bisa menampung penumpang hingga 200-an orang.

garuda-indonesia

Langkah penggantian pesawat ukuran kecil ke lebih besar menjadi pilihan yang lebih baik jika dibandingkan harus menambah frekuensi penerbangan yang terkendala padatnya jadwal penerbangan di kota-kota besar, seperti Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali. Hal ini dikarenakan penambahan penerbangan biasanya menghadapi beberapa kendala seperti perizinan, baik penerbangan maupun pendaratan.

Meskipun begitu, penambahan jumlah kursi penumpang masih merupakan rencana. Pihak manajemen Garuda Indonesia masih perlu melihat kondisi permintaan karena jika memang permintaan tinggi, pastinya akan perlu peningkatan kapasitas. Namun jika tidak terlalu tinggi, langkah ini dipandang tidak perlu.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, menginginkan agar maskapai penerbangan milik negara lebih berperan untuk membawa para wisatawan ke daerahnya dengan menjajaki rute-rute baru di dalam negeri. Termasuk juga menambah frekuensi penerbangan dari daerah lain yang potensial, menuju NTB.

Hal ini diperlukan karena penerbangan dari luar negeri masih relatif minim, setelah maskapai Jetstar yang melayani rute penerbangan Australia menuju Lombok menghentikan layanannya. Selain itu, rute penerbangan di dalam negeri, yakni Bandung-Lombok, yang dilayani Citilink juga sudah terhenti sehingga perlu dijajaki lagi rute-rute dalam negeri yang potensial.

Saat ini Garuda Indonesia telah melayani rute penerbangan Bandara Internasional Lombok menuju Bandara Ngurah Rai, Bali sebanyak tiga kali dalam satu hari menggunakan pesawat ATR dengan kapasitas penumpang 70 orang dan pesawat tipe 737 NG dengan kapasitas 162 penumpang. Persentase keterisian penumpang pesawat masih relatif stabil, yaitu rata-rata 72 persen pada periode Januari-Agustus tahun 2016.

Related Post