Sebelum Benar-benar Memesan Tiket Pesawat ke Luar Negeri Untuk Liburan Saat Kurs Dollar Naik, Ada Baiknya Anda Mempertimbangkan 7 Hal Ini

Merencanakan liburan ke luar negeri pasti membutuhkan persiapan yang cukup ketat. Setelah menentukan destinasi, anda mulai memesan tiket dan mencari tiket murah ke luar negeri sesuai dengan destinasi impian anda. Tapi ternyata dana yang disiapkan awalnya sudah mencukupi harus diatur ulang karena kurs dollar terhadap rupiah yang berubah. Kita tahu pertukaran mata uang Rupiah dan Dollar sangat tidak stabil. Bisa naik kapan saja padahal kita sudah merencanakan semuanya.
Jika anda masih tetap merencanakan liburan ke luar negeri pada saat dollar naik, ada beberapa hal yang mesti anda pertimbangkan ulang. 7 hal ini akan membantu anda untuk tetap realistis tanpa menunda atau membatalkan liburan menyenangkan anda.

1. Kurangi lama kunjungan

Jika awalnya anda sudah merencanakan liburan selama 2 minggu ke negara Amerika atau Eropa, cobalah untuk memadatkan lagi itinerary anda selama di sana yang bisa dilakukan selama seminggu saja. Buang destinasi yang kurang menarik atau terlalu jauh yang bisa menghabiskan biaya terlalu banyak. Hal ini bisa memangkas pengeluaran anda meski dolar naik saat berada di negara tersebut. Anda masih bisa liburan ke negara yang anda inginkan tapi juga dengan biaya yang sudah anda persiapkan tanpa pusing dengan kenaikan kurs dolar terhadap rupiah. Jika mengurangi kunjungan tetap bisa membuat anda bersantai dan menikmati liburan, berarti anda sudah menjadi wisatawan yang pintar mengelola dana dan destinasi tujuan.

2. Pilih Destinasi Di Asia

Ask

Kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dollar pastinya akan sangat mempengaruhi kegiatan wisata anda ke negara-negara Eropa dan Amerika. Karena memang di negara-negara tersebut menggunakan kurs dollar dalam transaksi ekonominya. Berarti anda punya pilihan di luar negara-negara tersebut untuk liburan yang lebih murah tanpa pusing memikirkan kurs dollar yang terus naik. Salah satu pilihannya adalah negera-negara di Asia. Anda bisa memilih untuk menjelajahi Asia Tenggara untuk penerbangan yang lebih murah karena maskapai penerbangan Indonesia sudah memiliki rute langsung menuju Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, atau bahkan Filipina. Tentu negara-negara di Asia Tenggara yang tidak menggunakan dollar sebagai mata uang negara tak akan terlalu mempengaruhi saldo rekening anda saat liburan. Jika Asia Tenggara tak cukup memuaskan anda, coba juga negara lainnya seperti China, Korea Selatan, atau Jepang. Mempertimbangkan India atau Nepal di Asia Selatan juga bisa jadi pilihan yang tepat. Yang terpenting negara tersebut tidak menggunakan kurs dollar untuk melakukan transaksi ekonomi.

3. Pilih negara dengan biaya hidup murah

Ada banyak negara yang memiliki biaya hidup murah saat mengunjungi wilayahnya. Tentu anda akan mengeluarkan uang untuk kehidupan sehari-hari selama liburan. Jika biaya hidup murah maka anda bisa sangat terbantu. Hindari negara dengan biaya hidup tinggi seperti Hong Kong. Negara dengan biaya hidup rendah seperti Vietnam, India, dan Thailand. Anda masih bisa bebas jalan-jalan sambil mencoba beragam kuliner, mengunjungi tempat-tempat wisata, dan juga berbelanja souvenir untuk oleh-oleh. Jadi anda tidak akan merasa dolar naik karena anda sedang berada dalam negara dengan biaya hidup rendah. Sama seperti kota-kota di Indonesia yang biaya hidupnya tidak sama.

4. Jalan kaki dan naik transportasi umum

Singapore MRT

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.

Biaya transportasi selama berada di negara lain menjadi salah satu penguras keuangan anda. Tentu selain akomodasi dan biaya makan tentunya karena ini sudah anda rencanakan sejak awal. Jika anda sering melihat wisatawan asing yang ada di Indonesia lebih sering berjalan kaki untuk menjangkau suatu tempat. Mereka juga melakukan hal yang sama untuk menghemat biaya pengeluaran sekedar naik taksi atau becak yang jika dijumlahkan selama beberapa hari akan mendapatkan angka yang fantastis. Cukup untuk menambah uang sewa penginapan beberapa hari lagi sebenarnya. Anda bisa berjalan kaki atau menaiki transportasi umum. Misalnya di Singapura yang akses MRT sudah sangat baik bisa menjangkau kemanapun dan kapan pun. Selain itu, berjalan kaki akan membuat anda jadi lebih detail dalam melihat keadaan sekitar. Bukankah niat anda liburan ke luar negeri untuk melihat hal-hal yang belum anda lihat sebelumnya? Naik transportasi public juga akan mendekatkan diri anda pada warga lokal sehingga anda bisa menjalin komunikasi untuk kelancaran anda selama berada di negara tersebut.

5. Kurangi membeli yang tidak penting

Berada di luar negeri sudah pasti anda akan menemukan hal-hal baru dan menarik. Dipastikan jika anda tidak mampu mengontrol diri anda maka anda akan membeli semua yang anda lihat saat itu juga. Hal ini tentu akan menguras dana liburan anda sebelum masa liburan habis. Padahal barang-barang yang anda beli tidak terlalu penting dan tidak menunjang kegiatan liburan anda. Melakukan penghematan bisa jadi cara paling realistis untuk menghindari kantong bolong di negeri orang. Anda tentu tidak punya teman untuk meminjam uang bukan?Hindari juga datang ke tempat-tempat yang sekiranya akan menyita uang anda seperti klub malam, atau tempat wisata eksklusif yang tidak ada dalam daftar wisata anda. Apalagi jika ada teman yang menitip oleh-oleh, jangan terlalu digubris jika tidak ada uang atau belum tentu nanti di ganti. Mereka tidak tahu anda sedang berhemat di luar negeri bukan untuk membeli oleh-oleh untuk teman-teman anda di negara asal.

6. Mencari pemasukan tambahan

Anda bisa mengandalkan kemampuan yang anda miliki untuk sekedar mendapatkan uang tambahan atau mendapatkan sesuatu gratis karena keahlian yang anda miliki. Jika anda memiliki keahlian semacam ini, tentu akan sangat mudah untuk mendapatkan uang lebih atau sekedar makan siang gratis karena ada orang yang anda bantu. Seperti layaknya wisatawan asing di Indonesia yang juga mendapatkan beberapa rupiah karena mengajari bahasa asing atau keahlian lainnya. Anda juga bisa mencobanya di luar negeri sana.

7. Menunda Keberangkatan

Hal yang mungkin menyedihkan untuk jadi alternatif terakhir adalah menunda keberangkatan sampai kurs dollar sedikit lebih stabil. Biasanya kurs dolar yang menggeliat disebabkan karena beberapa isu. Seperti isu terorisme, masalah politik di Indonesia, dan konflik lain yang menyebabkan nilai tukar rupiah ke dolar naik turun. Anda bisa menunda keberangkatan anda hingga isu-isu ini mereda dan kurs dolar menjadi stabil. Anda tentu tidak menginginkan ketika tetap berangkat ke Amerika tapi dolar melonjak naik dan anda tidak mempersiapkan dana talangan apapun. Menunda dan mengalihkan liburan ke destinasi wisata lokal tentu bukan ide yang buruk.

Itu dia 7 hal yang mesti anda pertimbangkan saat kurs dolar terhadap rupiah naik tidak stabil sementara anda sedang merencanakan liburan ke luar negeri. Sebelum benar-benar berangkat, ada baiknya anda mencari tiket murah terlebih dahulu agar sisa dana anda bisa maksimal digunakan untuk keperluan selama berada di negara tersebut.

Related Post