Operasikan Terminal Baru Awal 2017, Bandara Depati Amir Terkendala Jadi Bandara Internasional

Apakah kamu pernah terbang menggunakan maskapai penerbangan favorit dengan tujuan Bandara Depati Amir yang terletak di Bangka Belitung? Bagi yang pernah tentu sudah cukup mengetahui bagaimana fasilitas dan pelayanan yang ada di bandar udara tersebut. Namun, pada awal tahun 2017, Bandara Udara Depati Amir sudah meresmikan terminal baru.

Untuk mengetahui bagaimana fasilitas dari terminal baru di Bandara Udara Depati Amir, kami sudah merangkum informasinya dari berbagai sumber seperti yang tertera di bawah ini.

Profil Bandara Depati Amir, Kepulauan Bangka Belitung

bandar udara
Bandar Udara Depati Amir merupakan sebuah bandara yang berada di Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bandara ini berada di bawah pengelolaan PT. Angkasa Pura II, terhitung sejak Januari 2007. Awalnya Bandar Udara Depati Amir bernama Pelabuhan Udara Pangkalpinang dan dibangun sejak zaman penjajahan Jepang (1942) sebagai pertahanan serangan tentara sekutu.

Sejak tanggal 1 Januari 2007 lalu, pengelolaan bandara diserahkan ke BUMN yang membidangi pengelolaan sejumlah bandara di seluruh wilayah barat Indonesia,yakni PT. Angkasa Pura II (Persero). Bandar Udara Depati Amir sendiri sudah beberapa kali mengalami perubahan secara fisik, dari Terminal penumpang, apron, Landasan pacu hingga ruang udara. Bahkan Terminal penumpang masih terus mengalami perluasan. Pada awalnya, landasan pacu bandara ini berupa hamparan rumput yang kemudian berubah menjadi runway strip. Seiring semakin bertambahnya ukuran dan kapasitas armada pesawat, maka landasan pacu Bandara Depati Amir dikembangkan lagi dengan konstruksi aspal.

Landasan tersebut kemudian bergeser sekitar 75 m ke arah barat, dengan panjang 1200 m pada tahun 1978. Secara bertahap landasan pacu tersebut terus diperpanjang menjadi 1600m, 1800m hingga pada tahun 2013 lalu runway sudah mencapai sepanjang 2250m x 45m. Hingga saat ini, landasan pacu Bandar Udara Depati Amir sudah mampu didarati oleh pesawat bertipe Boeing 737-800NG/900ER dan Airbus A320, meskipun masih dengan kapasitas yang terbatas.

Apron dari bandara ini juga sempat mengalami beberapa kali overlay atau penebalan aspalt. Di dalam penggunaannya saat ini, tempat parkir pesawat ini sudah mampu menampung hingga 4 armada berbadan besar layaknya Airbus A320 dan Boeing 737-800NG/900ER. Mengenai ruang udara yang berada di bawah kendali unit Pelayanan Lalu Lintas Udara Bandar Udara Depati Amir, awalnya memang hanya melayani wilayah di sekitar bandara sampai pada ketinggian 2500 kaki. Namun, batas wilayah kemudian berkembang pada tahun 1992, dimana saat itu batas horizontalnya mencapai 30 Nm dengan batas vertikal 15.000kaki. Kemudian pada 2008, batas horizontal kembali diperlebar menjadi jarak variatif 80 Nm dan batas vertikalnya mencapai 24.500 kaki. Pengelolaan ruang udara Bandar Udara Depati Amir sejak tanggal 1 Januari 2013 mulai beralih kepada Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia).

Awal 2017, Bandar Udara Depati Amir Resmikan Terminal Penumpang Baru

bandara

Pada Januari 2017, Terminal baru Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung diresmikan. Terminal tersebut masuk ke dalam koridor dari PT Angkasa Pura II yang sudah mulai dioperasikan. Menariknya, Terminal ini bahkan diklaim menjadi yang termodern sekaligus megah dengan mengedepankan kearifan lokal. Daya tampungnya sendiri mencapai 1,5 juta penumpang per tahun. Bukan hanya itu saja, Terminal baru Bandara Depati Amir juga dilengkapi dengan 12 check-in counter, dua garbatara, tiga departure gate dan sejumlah fasilitas penunjang yang lain layaknya toilet difabel, executive, mushola dan mesin self check-in.

Sejalan dengan pengoperasian Terminal baru, fasilitas parkir kendaraan bermotor yang ada di Bandar Udara Depati Amir juga semakin ditingkatkan menjadi 120 sepeda motor dan 300 mobil. Mengingat pengoperasian Terminal baru ini juga menargetkan penerbangan yang lebih banyak lagi, baik dari maupun ke Pangkal Pinang. Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan perekonomian dan khususnya pariwisata di Kepulauan Bangka Belitung.

Terminal baru Bandara Udara Depati Amir rencananya juga dipersiapkan sebagai terminal untuk melayani penerbangan rute internasional. Bandara Depati Amir saat ini melayani penerbangan enam maskapai yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Sriwijaya Air, Nam Air, Wings Air
dan Susi Air. Bukan hanya Terminal penumpang, Bandara Depati Amir saat ini juga sedang mengembangkan Terminal kargo yang dilengkapi area pergudangan.

Masih Terkendala Menjadi Bandar Udara Internasional

Kendati dipersiapkan sebagai bandara internasional, Bandar Udara Depati Amir yang berada di Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini masih belum bisa melayani rute-rute penerbangan internasional. Hal tersebut dikarenakan masih belum ada perubahan status dari Bandar Udara Depati Amir ke bandara internasional.

Selain masih belum ada perubahan status bandara, kendala lainnya adalah karena bandara ini juga belum memiliki maskapai penerbangan internasional. Meskipun begitu, pihak bandara selalu memaksimalkan pelayanan kepada seluruh penumpangnya. Termasuk menambah extra flight bagi beberapa maskapai penerbangan ketika hari besar daerah. Tentunya dengan adanya dukungan kapasitas atau daya tampung Terminal baru Bandara Depati Amir.

Daya Tarik Pariwisata Bangka Belitung
Tujuan dari disiapkannya Bandara Depati Amir sebagai bandara internasional adalah memberi dukungan pada perkembangan perekonomian serta pariwisata Belitung. Apa destinasi wisata yang bisa ditemukan jika kamu terbang dengan tiket pesawat murah ke Bangka Belitung?

1. Parai Beach, Pantai Berpasir Putih Dengan Lautan Hijau Tosca

Salah satu hal yang menjadi alasan Bandar Udara Depati Amir memang perlu menjadi bandara internasional adalah agar turis lebih mengenal banyaknya destinasi wisata menarik di Kepulauan Bangka belitung.

Dari sekian banyaknya pesona menawan yang bisa dinikmati di Bangka Belitung, Pantai Parai Tenggiri atau Tenggiri Beach menjadi yang paling dipromosikan sebagai daya tarik dari Bangka Belitung.

Sebenarnya Pantai Parai Tenggiri sama halnya seperti pantai-pantai pada umumnya. Memiliki hamparan pasir putih yang terkadang tersapu ombak. Akan tetapi, daya tarik paling spesial dari Pantai Parai Tenggiri adalah menyajikan lautan dengan warna air hijau tosca, sehingga kesan eksotisme Pantai Parai Tenggiri lebih tereksplor.

Dahulu pantai menawan di Bangka Belitung ini dikelola pemerintah setempat. Akan tetapi, saat ini pengelolaannya jatuh ke tangan swasta. Kawasan wisata dari Pantai Parai merupakan sebuah kawasan hijau yang disebut sebagai Parai Green Resort dengan tujuan menyelamatkan dan melestarikan lingkungan. Tidak heran jika Parai Beach menjadi andalan di Kepulauan Bangka Belitung.

Selain menyajikan air laut hijau tosca yang sangat menawan. Pantai ini terkenal dengan daya tariknya, yakni bebatuan berserakan di sepanjang pantai yang memiliki bentuk serta ukuran beragam.

Berada di Pantai Parai Tenggiri kamu bisa menikmati kegiatan wisata yang bisa dilakukan oleh penelusur. Adapun aktivitas tersebut diantaraya sunbathing, berenang, diving, bananna boat, diving maupun olagraga air yang lainnya. Termasuk juga memancing yang bahkan peralatannya sudah disediakanoleh pihak pengelola Pantai Parai Tenggiri.

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.

2. Museum Timah, Ruang Catatan Sejarah Pertimahan Bangka Belitung

Museum Timah Indonesia, berdiri sejak tahun 1958. Tujuan didirikannya museum ini tidak lain untuk mencatat sejarah pertimahan di Kepulauan Bangka Belitung lantas mengenalkannya kepada masyarakat luas. Pendirian Museum Timah Indonesia berawal pada tahun 50-an yang saat itu banyak ditemukan berbagai benda tradisional yang digunakan penambang pada zaman dahulu dalam kegiatan penambangan. Terutama benda-benda tradisional yang dikenakan pada zaman Belanda.

museum timah

Museum Timah Indonesia secara resmi dibuka dan diresmikan pada tanggal 2 Agustus 1997. Di dalam perkembangannya, musim ini memang sangat bermanfaat bagi masyarakat luas karena pengunjung berkesempatan mengetahui sejarah pertimahan yang ada di Bangka Belitung. Tidak terkecuali dengan perkembangan teknologi dalam pertambangan, sejak zaman Belanda hingga saat ini.

Karena jumlah pengunjung yang memang selalu tinggi ke Museum Timah Indonesia, pada 2010 silam dilakukan rehabilitasi. Dimulai dari renovasi tata letak agar jauh lebih fokus untuk dunia pertambangan. Berbagai macam koleksi materi di dalam museum bahkan mendapat tambahan sehingga alur sejarah dunia pertambangan semakin nampak.

3. Danau Kaolin, Danau Biru Menyala Berpadu Dengan Daratan Putih

Danau Kaolin merupakan sebuah danau dengan daratan yang sangat putih bersih. Air di danau ini memiliki warna biru menyala. Berbeda dengan Danau Kawah Putih Ciwidey maupun Kawah Putih Tinggi Raja, Danau Kaolin terbentuk dari bekas pertambangan Kaolin yang sudah lama ditinggalkan hingga kemudian alam menyempurnakan dengan keindahannya. Kaolin sendiri adalah mineral bahan industri layaknya kertas, kosmetik, makanan maupun pasta gigi. Kaolin ini sendiri banyak digemari karena bersifat halus, kuat dan putih dengan hantar listrik serta daya hantar panas rendah.

danau kaolin

Pemandangan nan menawan sepanjang mata memandang. Timbunan-timbunan galian yang nampak bagaikan bukit di sekitar danau sekilas terkesan seperti gunung mini berwarna putih. Daratan bagian dasar danau yang tertutup air, sesekali ketika sedang surut akan tampak bagai tumpukan gula putih bersih. Di tengah-tengah danau terlihat adanya daratan yang terkesan menghubungkan antara bagian ujung danau yang satu dengan yang lainnya.

Karena bukan danau yang terbentuk dari kawah, maka Danau Kaolin bebas dari bau belerang menyengat dan pastinya akan membuat kamu merasa nyaman berlama-lama menikmati semua keindahannya. Bahkan air danaunya juga cenderung aman, banyak warga maupun anak-anak yang memanfaatkan air danau untuk keperluan mandi. Maka dari itu, saat berkunjung ke danau ini kamu juga berkesempatan untuk berenang demi menikmati kesegaran air di Danau Kaolin. Sebagian besar masyarakat setempat mengatakan bahwa jika mandi menggunakan air Danau Kaolin, kulit akan menjadi lebih lembut dan halus.

4. Museum Kata, Destinasi Wisata Literatur Pertama di Indonesia

Museum Kata berdiri sejak tahun 2010 silam oleh seorang novelis ternama, Andrea Hirata. Ia bahkan menjadi kurator dari museum tersebut. Museum didirikan dengan tembok warna-warni yang akan langsung mengingatkan pengunjung dengan novel best seller karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi.

Terdapat lebih dari 200 literatur yang berasal dari berbagai genre di dalam museum ini. Mulai dari literatur seni, literatur musik, literatur film, literatur arsitektur hingga literatur anak. Meski memang lebih banyak memasukkan karya penulis-penulis internasional, kearifan lokal tetap dihadirkan di dalam museum ini.

Contohnya, pengunjung bisa melihat adanya ruangan dalam Museum Kata yang memang secara sengaja disediakan untuk menyajikan berbagai informasi terkait geografi Belitung Timur. Tidak terkecuali contoh bebatuan aslinya yaitu batu satam. Sedangkan di ruangan yang lainya, kamu bisa melihat adanya kumpulan kata-kata asli Belitung yang saat ini terancam punah.

Museum Kata juga merupakan museum literatur atau museum kata yang pertama kali berdiri di Indonesia. Bahkan untuk saat ini menjadi satu-satunya yang ada di Indonesia. Berbeda dengan Amerika yang mencatatkan lebih dari 100 museum kata.

5. Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi

Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi berdiri di atas sebuah bukit, Kecamatan Gantung, Belitung Timur. Nama SD Muhammadiyah Laskar Pelangi sendiri sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas melalui novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, termasuk juga melalui film dengan judul yang sama arahan sutradara Riri Riza pada tahun 2008 lalu.

Bangunan Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi tampak layaknya sebuah gubug doyong yang perlu disangga kayu sehingga tidak roboh. Terdapat sebuag gapura dan sepotong tembok yang terbuat dari potongan batang kayu gelondongan berukuran kecil. SD Muhammadiyah Gantig yang asli saat ini sudah digantikan dengan bangunan sekolah permanen yang dindingnya juga sudah menggunakan tembok bata berlapis semen.

Bangunan Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi di tempat yang baru diresmikan pada 27 November 2010, dengan dihadiri oleh Andrea Hirata beserta Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal. Sebuah acara juga digagas oleh Andrea Hirata yang berlangsung selama November tahun 2010 sebagai bentuk bagian Festival Laskar Pelangi.

Dengan banyaknya destinasi menawan yang ada di Kepulauan Bangka Belitung, tentu sangat diharapkan bahwa kunjungan turis asing ke Babel semakin menigkat. Salah satunya didukung oleh kemampuan Bandara Depati Amir menjadi bandara di Belitung yang melayani penerbangan rute internasional.

Nah, apa kamu siap menjadi salah satu traveler beruntung yang bisa melihat begitu banyaknya keindahan alami di Kepulauan Bangka Belitung dengan biaya hemat? Segera temukan tiket pesawat maskapai penerbangan favoritmu melalui situs booking online tiket2.com. Jika rencana terbang ke Bangka Belitung anda masih tergolong lama, jangan lupa daftarkan e-mail anda untuk mendapatkan newsletter info-info menarik (promo diskon, informasi event terbang gratis dan lain sebagainya) ya!

Related Post