Menikmati Keindahan Bawah Laut Raja Ampat

Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri, berlibur di Raja Ampat bisa menjadi pilihan menarik untuk rencana liburan traveller selanjutnya. Raja Ampat, sebuah destinasi wisata yang memiliki pemandangan bawah laut yang sangat indah dan budaya lokal masyarakat pesisir Timur Indonesia yang mempesona.

Terletak di Kabupaten Raja Ampat yang berdiri sejak tahun 2003 (sebelumnya masuk wilayah Kabupaten Sorong), destinasi Raja Ampat pertama kali ditemukan oleh salah seorang wisatawan asing dari Belanda pada tahun 1990. Sebelum ditemukan, kawasan Raja Ampat hanya digunakan sebagai ladang ikan bagi para nelayan. Kini, Raja Ampat menjadi ramai dikunjungi oleh wisatawan dan menjadi tujuan berlibur favorit kedua setelah Bali.

Raja Ampat juga merupakan taman laut terlengkap sekaligus terbesar di dunia. Lebih dari 550 karang (75% dari semua spesies yang ada di dunia), sekitar 700 jenis moluska, dan 1.427 spesies ikan menghuni perairan ini. Jika traveller ingin mengunjungi Raja Ampat dengan lebih efisien dan terorganisir, pilihlah paket tour Raja Ampat. Namun, jika traveller ingin sedikit bersusah payah dan mengeksplorasi sendiri, traveller bisa memilih untuk tidak menggunakan jasa paket tour.

Sebelum memutuskan untuk berlibur ke Raja Ampat, lakukan survey kecil untuk memilih paket tour yang lengkap, terpercaya, dan menawarkan harga yang wajar. Untuk pesawat, pastikan traveller mendapatkan tiket promo murah ke Raja Ampat dengan tujuan bandara Sorong. Traveller bisa memilih tiket pesawat dengan maskapai penerbangan Silk Air, Garuda Indonesia, atau Pelita Air. Pesan lebih awal tempat penginapan traveller, dan tentukan apakah ingin menetap di resort yang biasanya dimiliki oleh warga asing ataukah di homestay lokal. Sebaiknya, traveller yang ingin menghemat biaya, pilih saja homestay.

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.

Bagaimana cara menuju Raja Ampat?

Dari bandara Domine Eduard Osok di Sorong, berjalan kakilah keluar bandara. Dari luar bandara, akan dijumpai banyak jalan utama menuju kota Sorong dan pelabuhannya. Disana, banyak sekali angkutan kota warna kuning menuju Pelabuhan Sorong, traveller hanya cukup membayar ongkos tiga ribu rupiah saja>. Dari pelabuhan, naiklah kapal rakyat menuju ibu kota Raja Ampat. Perjalanan ini membutuhkan waktu kurang lebih dua jam.

Snorkling atau Diving?

Diving membutuhkan sertifikasi dan peralatan yang cukup mahal, namun jika traveller tidak punya biaya yang cukup untuk menyewa perlengkapan menyelam, snorkling bisa jadi pilihan yang tepat.

Sudah siap untuk berlibur ke Raja Ampat, traveller?