Meminimalisir Resiko Saat Melakukan Perjalanan Dengan Pesawat Terbang

Moda transportasi pesawat terbang memang terbilang nyaman dan efisien dari segi waktu karena dapat memotong waktu perjalanan Anda lebih cepat daripada harus menempuhnya dengan transportasi darat yang cenderung memakan waktu lebih lama. Selain itu, bila sering berpergian keluar negeri, alternatif transportasi dengan pesawat terbang akan lebih efisien dan murah. Namun, adanya pemberitaan mengenai kecelakaan pesawat, membuat beberapa orang cemas dan takut untuk menggunakan transportasi pesawat terbang. Mari kenali resiko-resiko bila naik pesawat terbang dan temukan tips-tips cara mengatasinya di artikel Tiket2 kali ini.

Resiko-Resiko Perjalanan Dengan Pesawat Terbang

Kecelakaan transportasi bisa terjadi kapanpun dan mengenai siapapun, tak peduli apakah kendaraan yang dipilih untuk perjalanan berwujud pesawat, kereta api, bus, ataupun mobil pribadi. Sebagai penumpang, kita pun harus siap dengan resiko terburuk memilih kendaraan tersebut, yaitu terjadinya kehilangan barang atau kecelakaan. Minimal, sebelum perjalanan kita mengabarkan kepada orang terdekat untuk mengetahui perjalanan kita, serta berdoa sepanjang perjalanan agar jauh dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pesawat terbang adalah suatu alternatif transportasi yang diklaim sebagai transportasi yang paling aman sedunia. Para insinyur tentu membangun struktur pesawat dengan penuh perhitungan, sehingga material pesawat diciptakan untuk bisa terbang di udara secara aman dan nyaman bagi penumpang. Namun, dalam dunia penerbangan, kecelakaan memang bisa terjadi kapanpun, mulai dari lepas landas, saat di udara, ataupun saat ingin mendarat di bandara yang berlokasi di kota tujuan penerbangan. Secara umum, ada beberapa penyebab atau resiko dalam dunia penerbangan, seperti gangguan mesin, cuaca, kelalaian pilot (human error), atau yang paling ekstrem, pesawat dibajak oleh teroris. Yuk pelajari lebih lanjut resiko perjalanan dengan pesawat terbang yang bisa Anda ketahui.

1. Gangguan Mesin

Prosedur maskapai penerbangan mewajibkan pesawat terbang untuk dicek secara berkala, bahkan setiap hari untuk membuat perjalanan dengan pesawat terbang terasa aman dan nyaman bagi penumpang. Namun, bukan berarti tidak ada gangguan mesin sewaktu-waktu saat berlangsungnya jadwal penerbangan. Dengan adanya standar usia yang beragam dari maskapai penerbangan, pesawat yang usia rata-ratanya 5 tahun, biasanya juga memiliki kendala teknis yang wajib dicek secara berkala sama seperti kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat.

2. Cuaca

Akhir Desember 2014, terjadi kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 dengan rute Surabaya-Singapura dengan dugaan cuaca buruk sebagai penyebab kecelakaan pesawat tersebut. Bila sudah bicara cuaca, maka hal ini menjadi sesuatu yang sulit diprediksi dan sudah di luar batas kemampuan manusia untuk menghadapinya. Namun, perlu diperhatikan, sebuah pesawat tidak akan terpengaruh atau mengalami kerusakan jika berdekatan dengan petir, karena badan dan kerangka pesawat memang diciptakan untuk bertahan di segala situasi cuaca dalam ketinggian. Untuk mengurangi resiko kecelakaan karena cuaca, lebih baik hindari jadwal penerbangan di saat musim hujan dengan curah hujan tinggi di bulan Desember.

3. Kelalaian Pilot

Untuk menjadi seorang pilot profesional, mereka harus melewati berbagai pelatihan dan tes yang sesuai dengan standar keamanan industri penerbangan. Jadi, kemungkinan pilot lalai saat melakukan kewajiban penerbangan pesawat sangatlah kecil atau jarang terjadi. Namun, apabila kelalaian ini tak sengaja terjadi, didalam pesawat juga dilengkapi dengan Black Box, yaitu sebuah alat yang merekam seluruh aktivitas pesawat selama dalam penerbangan serta merekam komunikasi awak pesawat, sehingga bukti keteledoran tersebut dapat diketahui dengan cepat. Pilot yang lalai akan segera diselediki oleh maskapai penerbangan, dan biasanya akan terkena sanksi.

4. Kecelakaan

Kecelakaan maskapai penerbangan AirAsia QZ8501 tahun lalu, membuat banyak orang bertanya, apakah naik pesawat Low Cost Carrier aman? Well, pada dasarnya setiap maskapai penerbangan, apakah yang full-board ataupun low cost carrier, semuanya wajib memiliki standar prosedur keamanan yang sangat ketat dan wajib ditaati oleh semua maskapai penerbangan, mulai dari aspek perbaikan mesin, layanan di kabin pesawat, hingga pilot yang profesional. Hal ini membuktikan tidak sembarangan orang bisa melewati proses menjadi pilot bila tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan memadai, karena memang standarisasi di industri penerbangan sangat ketat. Bahkan, menurut statistik Komite Nasional Keselamatan Nasional Transportasi, ternyata mengemudi di jalan raya lebih berbahaya ketimbang naik pesawat udara. Pada tahun 2008 ada 5 juta kecelakaan dijalan raya dibandingkan dengan 20 kecelakaan di transportasi udara. Artinya, naik pesawat terbang jauh lebih aman daripada mengemudi.

Resiko-Resiko Kesehatan Bila Melakukan Perjalanan Dengan Pesawat Terbang

Tak hanya resiko gangguan teknis, penerbangan dengan pesawat juga memiliki beberapa resiko kesehatan yang berkaitan dengan tekanan atmosfer, konsentrasi gas, suhu, dan ketinggian di udara. Berikut adalah beberapa risiko dan masalah kesehatan yang mungkin muncul saat terbang dengan pesawat:

1. Dekompresi Bagi Penyelam

Manusia melakukan perjalanan tak hanya sekedar untuk liburan bersama keluarga ataupun perjalanan bisnis. Beberapa dari mereka juga merencanakan liburan untuk mencari tempat-tempat menyelam ke berbagai destinasi wisata bahari yang indah di berbagai belahan dunia. Walaupun liburan terasa menyenangkan bagi para penyelam, ada efek yang mungkin timbul dan diwaspadai oleh penyelam sebelum melakukan penerbangan, yaitu penyakit dekompresi. Penyakit dekompresi biasanya muncul pada orang yang melakukan penerbangan tak lama setelah menyelam dengan gejala berikut: gatal dan bengkak pada kulit, kejang, gangguan penglihatan dan pendengaran, sesak napas, batuk kering, kaki terasa lumpuh, sakit kepala hingga merasa kelelahan berlebihan.

2. Terganggunya Jam Biologis

Penerbangan jarak jauh seringkali menimbulkan jetlag atau terganggunya jam biologis karena adanya perbedaan waktu diantara zona wilayah yang dilewati selama penerbangan untuk menjadi negara tujuan. Kondisi jetlag seperti ini juga dapat menimbulkan masalah lain, diantaranya: gangguan tidur dan pencernaan, kehilangan nafsu makan, munculnya nyeri otot, tidak bisa konsentrasi, gelisah dan mudah marah, serta sakit kepala.

3. Penyakit Ketinggian

Semakin tinggi intensitas seseorang melakukan penerbangan, penyakit ketinggian atau yang biasa juga disebut Altitude Sickness ini mengintai mereka. Meskipun pesawat penumpang paling modern dirancang mampu mempertahankan tekanan kabin, namun penerbangan jarak jauh masih berpotensi menimbulkan gejala penyakit ketinggian. Penyakit ini terjadi ketika seseorang tidak menerima cukup oksigen ketika berpindah dengan cepat dari dataran rendah ke ketinggian 8.000 kaki atau lebih tinggi, sehingga menyebabkan gejala sakit kepala berkepanjangan, disorientasi, pingsan, merasa lemah dan lesu, dan kehilangan nafsu makan yang mirip seperti dengan efek mabuk kendaraan.

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.

4. Aliran Darah Tidak Lancar/Darah Beku

Penerbangan jarak jauh seringkali menimbulkan keluhan pada aspek kesehatan, termasuk merasakan aliran darah tidak lancar yang biasa disebut deep vein thrombosis. Adanya aliran darah yang tidak lancar ini terjadi karena terbentuknya gumpalan darah di sekitar pembuluh vena kaki yang muncul karena seseorang duduk diam terlalu lama saat penerbangan jauh. Apabila keluhan darah beku ini dibiarkan terjadi dalam jangka waktu lama, maka penyakit ini dapat menyumbat aliran darah di paru-paru (emboli paru-paru) yang berakibat fatal bila tidak segera diobati. Orang yang paling memungkinkan untuk mengalami gejala darah beku saat penerbangan adalah perempuan yang sedang hamil dan orang yang memiliki riwayat kesehatan seperti emboli paru, kanker, gangguan pembekuan darah, atau sedang menggunakan terapi sulih hormon.

5. Radiasi Kosmik

Mungkin terdengar seperti film ET yang fiksi, namun penyakit yang ditimbulkan oleh radiasi kosmik ini benar-benar terjadi, dan bisa menyebabkan orang yang sering melakukan penerbangan setiap minggu, seperti pilot dan kru-nya dapat terkena dampak radiasi kosmik sehingga rentan terkena kanker kulit, leukemia, dan kanker prostat. Sinar kosmik berasal dari luar angkasa, dan merupakan sebuah partikel energi seringkali menerpa bumi hingga mencapai 8% dari total radiasi kosmik. Ketinggian di udara saat pesawat terbang, membuat manusia mudah terkena radiasi kosmik, bahkan penelitian menunjukkan bahwa pilot dan kru penerbangan terkena radiasi sebesar 4,6 millisieverts (mSv) per tahun.

6. Mengalami Sakit Telinga Saat Penerbangan

Sebagian penumpang pesawat seringkali merasakan sakit telinga saat penerbangan. Penyebabnya adalah adanya perbedaan tekanan udara di telinga dan tekanan udara di lingkungan sekitar sehingga menyebabkan telinga terasa sakit. Penyakit ini seringkali disebut dengan airplane ear atau ear barotrauma. Adapun keluhan yang menandai adanya gejala airplane ear ini adalah: telinga berdengung dalam jangka waktu lama, vertigo, dan muntah. Bahkan, bila sangat parah, penyakit ear barotrauma ini bisa juga menyebabkan pendarahan telinga, gangguan pendengaran dan pencernaan, serta sakit gigi berlebihan.

7. Merasakan Dehidrasi Berlebihan

Manusia memerlukan ruang dengan tingkat kelembaban sekitar 30% untuk terhindar dari keluhan dehidrasi. Sayangnya, perjalanan jauh dengan pesawat terbang seringkali membuat seseorang harus siap terkena dampak dehidrasi karena sebagian besar pesawat hanya memiliki tingkat kelembaban sekitar 20%. Hal ini karena adanya ketentuan struktur dan avionik pesawat yang diciptakan untuk menghindarkan bahaya pesawat terkena proses perubahan wujud benda dari gas menjadi cairan (kondensasi) di ketinggian lebih dari 4,000 m di atas udara. Adapun gejala-gejala dehidrasi berlebihan ini, yakni: mata terasa kering dan gatal, gangguan pernapasan, sakit kepala, mata cekung, sembelit, dan mudah pingsan bila kasus dehidrasi yang dialami cukup berat.

Tips Perjalanan Agar Tetap Aman Dan Nyaman Dengan Pesawat Terbang

Dalam setiap penerbangan pesawat, para pramugari akan menjelaskan dengan detail bagaimana menghadapi situasi darurat yang mungkin akan terjadi di atas permukaan udara. Mereka juga tidak lupa memberikan petunjuk tentang standar keamanan pesawat terbang, mulai dari cara menggunakan seat belt, ketentuan duduk bersandar, dan hal penting lainnya yang berkaitan persiapan keamanan pesawat bila terjadi hal tidak diinginkan saat perjalanan, seperti kecelakaan, keadaan darurat, atau gangguan mesin pesawat. Setiap penumpang wajib memperhatikan, mengetahui standar keamanan ini, dan menaatinya. Berikut tips-tips perjalanan aman dan nyaman dengan pesawat terbang dengan maskapai penerbangan kesayangan Anda.

1. Hindari Rute Penerbangan Transit

Aktifitas penerbangan yang menyumbang prosentasi terbesar kecelakaan pesawat terbang adalah saat proses takeoff, landing/pendaratan dan tahap penerbangan lain saat berada di landasan pacu. Dengan menggunakan penerbangan transit, Anda juga perlu check-in dua kali di bandara, sehingga kurang efisien dari segi waktu. Maka, sangat disarankan bagi Anda untuk memilih perjalanan dengan pesawat yang tidak melalui proses transit di bandara lain. Selain itu, pilihlah pesawat terbang yang memiliki rangka badan besar, dengan standar aturan dan sertifikasi keamanan yang sangat tinggi dibandingkan dengan pesawat kecil dengan penumpang maksimal yang tidak terlalu ketat dalam hal sertifikasi keamanan.

2. Simak Informasi Mengenai Pintu Darurat

Sebelum penerbangan terjadi, para pramugari di kabin biasanya akan memberikan intruksi pre-flight mengenai standar keamanan dan proses evakuasi pesawat apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Beberapa penumpang barangkali menganggap bahwa informasi tersebut hanyalah sebagai pengulangan semata, sehingga tidak memperhatikan dengan detail tentang hal apa saja yang perlu dilakukan saat pesawat dalam keadaan darurat. Sangat disarankan bagi semua penumpang pesawat untuk memperhatikan posisi atau letak pintu darurat, sehingga Anda dapat menghitung dengan baik jarak tempuh dari tempat duduk Anda ke pintu darurat tersebut. Jangan lupa, gunakan sabuk pengaman dengan benar saat pesawat sedang meluncur ke udara, sehingga perlindungan ekstra dari sabuk pengaman dapat menjaga keselamatan Anda.

3. Perhatikan Cuaca Saat Hendak Naik Pesawat

Seperti halnya saat lepas landas (take off) dan pendaratan (landing),turbulensi adalah faktor lain yang bisa menimbulkan kecemasan saat naik pesawat terbang. Tidak perlu khawatir kok, turbulensi yang biasanya terjadi karena gangguan dalam aliran udara normal ini memang normal dalam dunia penerbangan, dan biasanya pilot sudah memahami dan mengetahui cara menghindarinya. Sangat disarankan bagi penumpang untuk tidak melakukan penerbangan saat musim hujan dengan curah hujan tinggi, karena biasanya terdapat awan cumulonimbus yang menyebabkan tekanan dan hujan es hebat bagi pesawat yang melewatinya ataupun resiko tersambar petir yang banyak terjadi di pusat awan cumulonimbus.

4. Pahami Kondisi Tempat Duduk Di Kabin Pesawat

Pesawat memiliki 3 zona tempat duduk, yaitu bagian depan, tengah, dan belakang. Kelas ekonomi dan bisnis biasanya dipisahkan oleh tirai dengan posisi tempat duduk kelas bisnis berada di bagian depan (formasi 2-2), dan posisi tempat duduk kelas ekonomi (formasi 3-3) berada di bagian tengah. Bicara soal kenyamanan, tempat duduk bagian depan memang lebih nyaman dibandingkan tempat duduk di bagian belakang, karena adanya kondisi ruangan kelas bisnis yang lebih tenang dan privat. Di bagian belakang, suara bising mesin jet pesawat dan getaran pesawat juga sangat terasa dibandingkan bila Anda memilih kursi bagian depan. Untuk area tengah, terdapat pintu darurat pesawat yang biasanya diduduki oleh penumpang yang bersedia membukakan pintu darurat dan memprioritaskan penyelamatan penumpang lainnya bila terjadi keadaan darurat. Umumnya, penumpang perempuan dan anak-anak dilarang duduk di dekat pintu darurat. Bila kebetulan Anda mendapatkan tempat duduk yang berada di posisi sayap pesawat, Anda bisa menikmati pemandangan tentang sistem navigasi sayap pesawat. Selamat memilih kursi pesawat!

Sudah tahu kan bagaimana resiko terbang dengan pesawat dan cara mengatasinya? Segera cari tiket pesawat di https://www.tiket2.com yuk! Happy flight!

Related Post