Kenalan Yuk Dengan 3 Wisata Sejarah Pemenang Anugerah Pesona Indonesia

Indonesia memang tidak hanya terkenal dengan destinasi wisata bahari yang menawan. Karena wisata sejarah Indonesia juga telah mendunia karena memiliki identitas atau karakter yang sangat khas. Bahkan sederet destinasi situs sejarah yang tersebar di Sabang sampai Merauke tidak jarang menjadi alasan utama berbagai maskapai penerbangan Indonesia selalu sibuk mengantar para wisatawan asing yang datang dari berbagai belahan dunia. Hanya demi melihat secara langsung situs sejarah yang dimiliki oleh Indonesia.

Berbicara mengenai destinasi wisata berkonsep sejarah yang unik, menarik serta memiliki karakter khas, belum lama ini telah terpilih 3 destinasi wisata yang berhasil menyabet juara API (Anugerah Pesona Indonesia) 2016 pada kategori “Situs Sejarah Terpopuler”.

Apa saja situs sejarah yang berhasil menyabet penghargaan Anugerah Pesona Indonesia? Apa daya tarik yang dimiliki oleh masing-masing situs tersebut sehingga berhasil menjadi salah satu juara API 2016?

-Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur

rumah pengasingan Bung Karno
Juara pertama API 2016 diraih oleh situs sejarah Rumah Pengasingan Soekarno. Situs sejarah ini berlokasi di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rumah tersebut kurang lebih selama 4 tahun mulai tanggal 14 Januari 1934 sampai dengan 18 Oktober 1938 ditinggali oleh Bung Karno. Tepatnya ketika Bung Karno menjalani hukuman pengasingan sebagai tahanan politik (tapol).

Pemerintah Hindia Belanda kala itu sangat ketat dalam membatasi pergaulan Bung Karno dengan masyarakat setempat, secara khusus masyarakat yang dinilai kalangan atas. Soekarno setiap haru harus melapor ke pos militer Belanda yang ada di Ende Utara (Kantor Detasemen Polisi Militer IX/I – saat ini).

Akan tetapi, semakin langkahnya dikontrol dan diawasi oleh Belanda. Bung Karno yang semula merasa depresi justru bangkit dan mencoba melawan pengawasan kaku yang dilakukan oleh kolonial. Soekrano rajin mendatangi kampung-kampung yang ada di Ende, menyapa semua warga dan berkunjung ke Danau Kelimutu. Dari kunjungan tersebut beliau berhasil melahirkan naskah drama “Rahasia Kelimutu”.

Bukan hanya itu, Bung Karno juga nekat bergaul dengan siapa pun dari berbagai agama. Selama menjalani masa pembuangan di Ende, Bung Karno memiliki banyak waktu senggang dan selalu beliau isi dengan membaca sekaligus berdialog dengan para misionaris, terutama dengan salah satu Pastor Paroki Ende yakni Gerardus Huijtink. Selama masa pengasingan di Ende, Soekarno merenungkan Pancasila sebagai dasar kehidupan bernegara Indonesia. Di Ende hingga saat ini berdiri Taman Perenungan Bung Karno yang berlokasi di Kelurahan Rukun Lima. Kamu bisa melihat patung Bung Karno sedang duduk merenung terlihat begitu kokohnya di bawah pohon sukun bercabang lima sembari menatap ke arah laut di Taman Perenungan tersebut.
taman renungan
Pohon sukun yang saat ini menjadi peneduh patung Soekarno merupakan pohon sukun yang ditanam pada tahun 1981 silam. Pohon sukun asli yang memayungi Bung Karno selama masa pengasingan tumbang pada tahun 1960. Setelah puas mengunjungi patung Bung Karno yang berada di bawah pohon sukun tersebut, kamu bisa langsung melangkahkan kaki menuju Situs Sejarah Rumah Pengasingan Bung Karno yang berada di Jalan Perwira. Rumah tersebut juga merupakan salah satu dari 10 situs penting yang berhubungan dengan kehidupan Bung Karno selama berada di Ende.

Rumah Pengasingan Bung Karno hingga saat ini memang masih terawat degan baik. Soekarno dan istrinya Inggit, Ratna Djuami (anak angkat Bung Karno) dan mertuanya Ibu Amsi selama masa pengasingan menghabiskan waktu mereka di rumah pengasingan. Kamu bisa menatap langsung lukisan Soekarno ketika memasuki ruang tamu yang menggambarkan umat Hindu di Bali tengah bersembahyang. Tidak hanya itu, tempat Bung Karno menerima tamu serta ruang tamu lengkap dengan semua perabotannya masih tertata seperti dulu. Demikian halnya dengan ruang tidur Bung Karno yang berada di bagian tengah rumah.

Di bagian belakang rumah pengasingan, terdapat kamar mandi, sumur serta dapur yang masih tampak seperti sedia kala. Sepanjang berkeliling rumah pengasingan, kamu akan diajak untuk mengenang perjalanan hidup seorang Bung Karno selama di asingkan di rumah tersebut.

-Gedung Perundingan Linggarjati di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat


Setelah Rumah Pengasingan Bung Karno, Gedung Perundingan Linggarjati merupakan situs sejarah yang meraih juara 2 Anugerah Pesona Indonesia 2016. Gedung Linggarjati berada di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bangunan tersebut menjadi saksi dilaksanakan perundingan penting yang diselenggarakan pada bulan November 1946. Adapun perundingan yang dimaksud merupakan pertemuan sekaligus perundingan antara Indonesia dan Belanda usai perang kemerdekaan. Saat itu, keadaan sangat tidak memungkinkan untuk melangsungkan perundingan di Jakarta maupun Yogyakarta yang merupakan ibu kota sementara Indonesia.

Meskipun saat ini yang ada di dalam Gedung Perundingan Linggarjati hanya berupa perabotan replika, semua tetap menggambarkan begitu jelas suasana ketika perundingan berlangsung di masanya. Delegasi pihak Indonesia menduduki deretan kursi yang berada pada sisi kiri gedung, dipimpin oleh Sutan Sjahrir yang saat itu menjabat sebagai perdana menteri pertama Republik Indonesia. Sedangkan untuk deretan kursi yang ada pada sebelah kanan ditempati oleh pihak Belanda. Lord Killearn merupakan seorang diplomat Inggris yang saat ini bertindak sebagai mediator perundingan. Lord Killearn juga merupakan utusan khusus Inggris untuk kawasan Asia Tenggara yang berkedudukan di Singapura.

Lord Killearn bersama sejumlah delegasi Belanda seperti Ivo Samkalden, Schermerhorn serta P. Sanders menginap di Linggarjati selama perundingan berlangsung. Hingga saat ini kamu bisa melihat setiap kamar yang saat itu ditempati oleh para tokoh perundingan dilabeli dengan baik di situs sejarah tersebut. Letnan Gubernur Jenderal van Mook beserta anggota delegasi lainnya menginap di Kapal Perang Banckert. Sementara itu, delegasi Indonesia selama perundingan menginap di rumah Bung Sjahrir yang berada di Linggasana, jaraknya sekitar 20-25 menit dari Gedung Perundingan Linggarjati.

Beberapa foto hasil dokumentasi selama perundingan berlangsung tergantung rapi menghiasi dinding Ruang Perundingan Linggarjati. Diantaranya seperti foto wartawan mancanegara yang berada di pagar tangga kediaman Bung Sjahrir sambil mengetik naskah berita. Foto-foto yang dipajang tersebut didapatkan dari Kedutaan Belanda.

-Benteng Tolukko, Kota Ternate, Provinsi Maluku

Juara ketiga API 2016 disandang oleh Benteng Tolukko yang merupakan situs sejarah di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Situs sejarah ini merupakan peninggalan bangsa Portugis dan dibangun sendiri oleh seorang panglima Portugis, Fransisco Serao pada tahun 1540. Menurut sejarah, Benteng Tolukko pada tahun 1610 diambil alih oleh Belanda. Kemudian situs sejarah tersebut direnovasi oleh Pieter Both. Namun, Indonesia kembali melakukan renovasi pada 1996 hingga 1997.

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.

Benteng Tolukko berlokasi di Kelurahan Sangadji, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate. Ini merupakan benteng yang terletak di sebuah kompleks taman asri. Benteng ini memiliki dimensi yang cenderung kecil. Jika dilihat dari depan, maka bangunan benteng tampak cukup megah karena berada di posisi tanah yang cenderung lebih tinggi.

Selain itu, Benteng Tolukko memiliki 3 buah bastino atau kubu pertahanan. Untuk bisa menuju ke atas benteng, kamu harus terlebih dahulu melewati lorong yang sempit dan hanya bisa dilalui oleh dua orang. Benteng Tolukko memiliki bagian atas berbentuk persegi empat. Sebuah ruang bawah tanah juga bisa ditemukan di benteng ini, dulunya ruang bawah tanah tersebut berguna sebagai ruangan untuk menyimpan amunisi yang digunakan selama berperang. Berniat masuk ke dalam ruang bawah tanah? Kamu cukup melewati sebuah tangga terbuka yang bebas kamu lalui kapan pun.

Di luar benteng kamu bisa menemukan begitu banyak kios yang menjual beragam pilihan oleh-oleh. Beberapa buah tangan yang banyak diburu oleh wisatawan saat berkunjung ke Benteng Tolukko adalah kaos bertuliskan “Ternate” dan cengkeh khas Maluku.

Anugerah Pesona Indonesia (API), Rangkaian Kegiatan Tahunan Pariwisata

Anugerah Pesona Indonesia (API) merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang termasuk salah satu program pengembangan wisata majalah website pariwisata ayojalanjalan.com. API bertujuan membangkitkan apresiasi masyarakat akan pariwisata yang ada di Indonesia. Bukan hanya itu, penyelenggaraan API juga ditujukan untuk mendorong peran serta berbagai pihak, khususnya Pemda (pemerintah daerah) agar lebih berupaya mempromosikan pariwisata yang ada di daerahnya masing-masing.

Dalam penyelenggaraannya, API dimulai dengan cara mengajak seluruh masyarakat untuk bisa mengajukan pilihan destinasi maupun obyek wisata terbaik/ terpopuler berdasarkan pendapat mereka. Adapun pemilihan tersebut dilakukan melalui voting atau pemberian suara bagi objek wisata/ destinasi pilihan pada website ayojalanjalan.com/vote. Masing-masing destinasi yang bisa dipilih sudah dibagi ke setiap kategori. Berdasarkan voting yang telah diberikan masyarakat kemudian didapatkan obyek atau destinasi wisata terpopuler untuk masing-masing kategori.

Setelah pelaksanaan voting ditutup, penyelenggaraan API akan diakhiri malam penghargaan, sebagaimana program penghargaan pada umumnya. Dalam Penghargaan Anugerah Pesona Indonesia yang berkonsep Gala Dinner akan diserahkan penghargaan bagi obyek atau destinasi wisata yang mendapatkan voting tertinggi dari setiap kategori

Adapun mengenai detail tahapan kegiatan API 2016 mengutip situs ayojalanjalan.com adalah sebagai berikut ini:

  •  Peluncuran Kegiatan Anugerah Pesona Indonesia (API) secara resmi dilakukan pada 25 Mei 2016.
  •  Periode voting atau pemilihan dilaksanakan mulai tanggal 23 Mei 2016 dan ditutup pada 23 Agustus 2016.
  •  Gala Dinner sekaligus penyerahan piala penghargaan API 2016 dilaksanakan pada 16 September 2016.

Sementara itu, sederet kategori nominasi dalam penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) yaitu:

  1. Surga Tersembunyi Terpopuler
  2. Tujuan Wisata Terpopuler Kebersihannya
  3. Situs Sejarah Terpopuler
  4. Hidangan Tradisional Terpopuler
  5. Tempat Menyelam Terpopuler
  6. Tempat Berselancar Terpopuler
  7. Atraksi Budaya Terpopuler
  8. Festival Budaya Terpopuler
  9. Dataran Tinggi Terpopuler
  10. Tujuan Wisata Baru Terpopuler

Adapun daftar pemenang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2016 secara lengkap dari seluruh kategori adalah sebagai berikut ini:

  • Surga Wisata Tersembunyi Terpopuler: Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.
  • Tujuan Wisata Terpopuler Kebersihannya: Pantai Nihi Watu, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Situs Sejarah Terpopuler: Rumah Pengasingan Soekarno, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Hidangan Tradisional Terpopuler: Ayam Taliwang, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
  • Tempat Menyelam Terpopuler: Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Tempat Berselancar Terpopuler: Pantai Nemberala, Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Atraksi Budaya Terpopuler: Iraw Tengkayu, Provinsi Kalimantan Utara.
  • Festival Budaya Terpopuler: Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Dataran Tinggi Terpopuler: Gunung Kerinci, Provinsi Jambi.
  • Tujuan Wisata Baru Terpopuler: Pulau Morotai, Kepulauan Halmahera, Kepulauan Maluku, Provinsi Maluku Utara.

Mengunjungi situs atau tempat-tempat bersejarah memang bukan hanya sebatas sebagai sarana hiburan semata. Berbagai karya sejarah yang hingga kini masih dilestarikan dalam bentuk fisik tidak jarang akan membuat kamu terkagum-kagum. Sehingga bisa dikatakan bahwa destinasi wisata sejarah Indonesia merupakan salah satu pilihan yang sangat tepat jika kamu mencari tempat rekreasi yang sekaligus menambah pengetahuan. Bukan hanya situs bersejarah yang beberapa diantaranya termasuk wisata unik Indonesia, situs sejarah religi juga memberikan dampak yang sangat bermanfaat bagi kamu setelah mengunjunginya. Seperti diantaranya bisa lebih memperdalam spiritual sembari menikmati masa-masa liburan.

Jika dilihat, sebagian besar pemenang Anugerah Panorama Indonesia 2016 berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tentunya diharapkan kedepannya akan ada nama-nama destinasi wisata di berbagai penjuru Indonesia lainnya yang berhasil menyandang penghargaan dari majalah web pariwisata tersebut. Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa Nusa Tenggara Timur memang memiliki destinasi wisata yang siap membuat siapa pun berdecak kagum.

Nah, jika kamu berencana untuk menyambangi salah satu pemenang API 2016, khususnya situs wisata sejarah Indonesia. Terutama kamu yang tinggal cukup jauh dari Nusa Tengga Timur. Harus mulai berburu informasi mengenai penawaran tiket pesawat murah menuju NTT. Ini akan sangat membantu kamu menikmati liburan seru, menyenangkan sekaligus menambah wawasan dengan budget hemat. Bagi kamu yang belum mendaftarkan email untuk mendapat newsletter dari situs booking online tiket2.com, segera daftarkan emailmu. Hanya dengan kamu mendaftarkan email, informasi menarik yang selalu up-to-date mengenai promosi diskon tiket penerbangan.Apalagi sudah sejak lama tiket2.com juga menyediakan penawaran harga spesial menuju ke destinasi-destinasi wisata Indonesia. Sangat menarik bukan?

Related Post