Ini Alasan Mengapa Pesawat Terbang Menjadi Transportasi Teraman Di Dunia

Bila sering melakukan perjalanan untuk urusan bisnis dan berlibur, kamu bisa memilih alternatif transportasi pesawat terbang yang lebih efisien dari segi waktu. Namun, tidak semuanya merasa nyaman menggunakan pesawat terbang, apalagi bagi mereka yang baru pertama kali naik pesawat, tentu rasa cemas dan takut akan muncul. Tragedi pesawat terbang yang muncul sepanjang tahun 2014, menjadi salah satu tahun berat bagi industri penerbangan. Di seluruh dunia, terdapat sekurang-kurangnya 18 insiden yang menimpa moda angkutan udara. Tiga di antaranya mendapat perhatian besar, yakni hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 setelah ditembak di kawasan perbatasan Ukraina-Rusia, serta hilangnya pesawat maskapai penerbangan AirAsia QZ8501 baru-baru ini. Lantas, muncul pertanyaan yang ramai diperbincangkan oleh publik, apakah moda transportasi pesawat aman?

Berikut Alasan Mengapa Pesawat Masih Menjadi Transportasi Teraman Di Dunia

1. Pesawat memiliki standar keamanan tinggi

Pihak-pihak yang terlibat dalam operasional pesawat terbang seperti pilot adalah orang profesional yang sudah terdidik dan terlatih bertahun-tahun untuk bisa dan mahir menerbangkan pesawat.

2. Pesawat wajib melalui proses pengecekan sebelum take off dan sesudah landing

Dari sisi perawatan pesawat, moda transportasi udara ini dapat dikatakan sebagai moda transportasi yang paling terawat dan terkontrol. Bayangkan saja, setiap pesawat ingin lepas landas dan sesaat setelah mendarat, pesawat harus melalui proses pengecekan kondisi berbagai komponen pesawat yang dilakukan oleh teknisi yang terdidik dan terlatih.

3. Faktanya, angka kecelakaan merosot tajam di era tahun 2000-an

Menurut data dari Aviation Safety Network, selama 40 tahun, angka kecelakaan pesawat terbang merosot tajam setiap dekadenya. Di era 1970-an, terdapat rata-rata 68,1 kecelakaan setiap tahunnya; era 2000-an angkanya menurun hingga 39,6 kecelakaan per tahun. Bahkan hal mengenai tingkat keamanan pesawat terbang ini ditegaskan kembali oleh pengamat penerbangan Indonesia, Arista Atmadjati yang mengatakan sistem standarisasi penerbangan di Indonesia telah cukup memadai. Bahkan, jika dilihat dari statistika kecelakaan dalam industri penerbangan, Indonesia masih dikatakan dalam kategori aman atau dengan kata lain, artinya maskapai penerbangan indonesia aman, tidak bermasalah. Keselamatan saat penerbangan, biasanya semua dilihat dari rasio, ada navigasi yang memadai ketika menerbangkan pesawat dibantu oleh Air Traffic Control (ATC).

Data Statistik Kecelakaan Pesawat Terbang

Banyaknya insiden pesawat di tahun 2014 pun rupanya masih dikalahkan dengan jumlah korban pesawat pada 2001. Jika digabungkan dengan serangan teroris 9/11 yang memakan korban 3000 jiwa, tercatat ada 19.909 korban tewas akibat kecelakaan pesawat selama periode 1999-2001 atau rata-rata 1.327 orang per tahunnya. Angka ini masih lebih banyak ketimbang 922 korban jiwa yang tewas dalam kecelakaan pesawat terbang selama 2014.

National Highway Traffic Safety Administration mengkompilasi dan meneliti statistik kecelakaan untuk seluruh negara di Amerika Serikat. Tahun 2008, data Fakta Keselamatan Lalu Lintas menunjukkan jutaan kecelakaan karena mengemudi dan statistik lain menunjukkan 1,27 kematian per 100 juta mil perjalanan darat.

National Transportation Safety Board juga mengumpulkan data kecelakaan penerbangan. Statistik awal untuk tahun 2008 menunjukkan hanya 20 kecelakaan untuk maskapai penerbangan AS yang beroperasi layanan terjadwal. Itu artinya, hampir nol kecelakaan per juta mil terbang. Tidak ada yang meninggal, dan hanya lima orang luka berat.

Dalam angka absolut, mengemudi lebih berbahaya, dengan lebih dari 5 juta kecelakaan dibandingkan dengan 20 kecelakaan pesawat terbang, seperti dilansir dari laman USA Today. Dari semua penerbangan komersil yang ada, kecelakaan pesawat terjadi pada rasio 1:1,2 juta, seperti dilansir Channel4.

Karena itu, statistik menunjukkan bepergian dengan pesawat jauh lebih aman daripada mengemudi. Namun, menurut David Ropeik, instruktur komunikasi risiko di Harvard School of Public Health, perjalanan udara terasa lebih berbahaya karena persepsi risiko. Dijelaskannya, mengemudi memberi kontrol yang lebih personal, membuat orang merasa lebih aman. Hal itulah yang tidak didapatkan saat bepergian menggunakan pesawat terbang.

Namun, dengan adanya kecelakaan pesawat bukan berarti Anda harus mengubah rencana liburan dan perjalanan Anda. Bukan hanya karena pesawat lebih cepat, tapi secara data perjalanan darat seperti mengendarai mobil, motor, kereta, bahkan berjalan kaki, masih jauh lebih mematikan. Statistik menunjukkan pesawat masih menjadi alat transportasi teraman.

Bagaimana Ciri-Ciri Dan Gejala Bagi Orang Yang Takut Terbang?

Secara ilmiah, ada istilah khusus bagi mereka yang secara alamiah selalu merasa ketakutan menggunakan pesawat, yaitu aerophobia dan aviophobia. Ini penjelasan mengenai Aerophobia dan Aviophobia.

1. Aerophobia

Orang dengan aerophobia tidak hanya cemas saat terbang. Sebaliknya, mereka mengalami rasa ketakutan yang luar biasa saat berada di pesawat terbang, helikopter, atau benda terbang lainnya. Orang dengan phobia ini sering menghindari terbang atau, jika mereka tidak punya pilihan, mengalami panik berat selama penerbangan. Beberapa orang takut untuk penerbangan panjang, atau mengalami kecemasan yang ekstrim selama terbang, dan orang-orang lain menjadi takut semua penerbangan dan menghindari terbang.

2. Aviophobia

Yaitu ketakutan ketika berada di dalam pesawat terbang. Seseorang dikatakan mengidap aviophobia berdasarkan intensitas waktu panik saat melakukan penerbangan. Jika rasa panik seseorang hilang kurang lebih selama 10 menit, itu tandanya orang tersebut hanya panik biasa sehingga tidak dikaregorikan sebagai aviophobia. Sebaliknya, jika ketakutan tadi terus berlanjut hingga lebih dari 10 menit, dapat dikatakan bahwa orang tersebut mengidap aviophobia.

Tips Agar Tidak Takut Naik Pesawat Terbang

Jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 membuat sebagian orang takut atau “phobia” untuk bepergian dengan pesawat terbang. Apalagi kalau itu perjalanan pertamanya naik pesawat terbang pastilah rasa takut itu akan muncul dan terus menghantui. Beberapa artis Hollywood pun, walaupun memiliki mobilitas tinggi ke seluruh dunia, ternyata masih merasakan ketakutan naik pesawat. Diantaranya Megan Fox, bintang Hollywood yang terkenal karena film Transformer ini merasa takut naik pesawat, ia pun sempat mengaku kepada media lokal Hollywood, ia kerap kali mendengarkan musik untuk membantu menenangkan pikirannya selama dalam penerbangan. Ini cara-cara lain mengatasi masalah takut terbang atau naik pesawat.

  • Usahakan untuk meredam stres dan kecemasan
  • Pikirkan atau bicarakan hal-hal yang membuat Anda tertawa
  • Tutup mata dan imajinasikan bahwa Anda sedang berkendara di darat
  • Selalu berpikir positif
  • Mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan
  • Nikmati perjalanan seolah-olah Anda sedang berwisata virtual
  • Tuliskan semua ketakutan pada agenda perjalanan Anda
  • Bawa serta buku, pemutar musik digital, gadget, atau makanan ringan kesukaan Anda

Pertama Kali Naik Pesawat Terbang

“Saya memiliki pengalaman pertama kali naik pesawat tahun 2010 yang lalu. Saat pesawat berangkat tidak ada rasa kuatir, tapi saat pesawat di atas dan berbenturan dengan awan. Hati terasa was-was pesawat terasa mau jatuh. Apalagi saat pesawat turun saya malah merasa ketakutan. Takut kalau tidak berjalan dengan sempurna. Pengalaman tersebut sungguh tak terlupakan – Arief, Mahasiswa”

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.

Sampai hari ini pengalaman take off pertama kali masih membuat jantung berdesir ketika mengingatnya. Seram sih, tapi membuat saya kembali ingin mencoba dengan pesawat lainnya – Retno, Blogger”

Sepenggal cerita diatas merupakan pengalaman Arief dan Retno saat pertama kali naik pesawat terbang. Menegangkan sekaligus tak terlupakan. Berikut langkah-langkah naik pesawat bagi kamu yang baru pertama kali naik pesawat.

1. Cari pintu keberangkatan

Naik apapun kita, setelah sampai di bandara carilah tulisan atau petunjuk menuju pintu KEBERANGKATAN / DEPARTURE. Karena itu pintu masuk awal kita sebelum terbang. Pintu keberangkatan ini ada dua, DALAM NEGERI dan LUAR NEGERI, jangan sampai salah masuk ya!

2. Tunjukkan tiket pada penjaga pintu keberangkatan

Sekarang ini tiket tidak selalu dalam bentuk kertas, banyak orang yang sudah menggunakan e-tiket. Mereka hanya menujukkan tiket yang sudah kita beli menggunakan tablet. Jika kita hanya punya kode booking saja, silakan minta print-kan tiket di loket penjualan tiket sesuai maskapai yang Anda pesan. Orang yang tidak bisa menunjukkan bukti tiket tidak diperkenankan masuk pintu keberangkatan kecuali petugas.

3. Pemeriksaan barang bawaan lapis pertama

Setelah pintu masuk pertama kita melalui proses pemeriksaan tiket, selanjutnya masuk ke pemeriksaan barang bawaan. Semua barang bawaan dan penumpang pesawat harus melalui x-ray secara terpisah.

4. Check in

Biasakan datang ke bandara dua jam sebelum waktu keberangkatan yang tertera dalam tiket pesawat kamu. Nantinya, kamu dipersilakan memilih tempat duduk di pesawat pada saat check-in di bandara. Pastikan kamu check-in sedini mungkin agar kamu mendapat posisi yang nyaman di pesawat. Loket check-in biasanya dibuka 2 jam sebelum keberangkatan dan ditutup 30 menit sebelum keberangkatan. Bagian kursi yang bisa memberikan pemandangan yang keren dan turbulensi yang tidak begitu terasa biasanya di bagian tengah belakang sayap. Saat check-in, jangan lupa bawa tiket atau print out tiket elektronik yang akan ditukar dengan boarding pass. Kamu juga akan diminta tanda bukti identitas seperti KTP atau paspor bagi yang terbang ke luar negeri. Barang yang kamu bawa juga akan ditimbang sebelum masuk bagasi, siap-siap membayar lebih jika ternyata bawaan kamu melebih kuota.

5. Proses pemeriksaan akhir

Kita masih harus masuk pemeriksaan melalui x-ray untuk terakhir kali sebelum masuk ruang tunggu. Proses ini untuk memastikan bahwa Anda tidak membawa barang-barang yang berbahaya dan terlarang oleh undang-undang. Prosesnya sama seperti pemeriksaan sebelumnya.

6. Masuk ruang tunggu

Perhatikan boarding pass yang kamu dapatkan saat check in tadi. Di situ ada petunjuk ruang dan gate mana kamu harus menunggu pesawat. Perhatikan juga jam boarding dan jam terbang pesawat. Jika sudah, menunggulah di ruang boarding yang telah ditentukan.

7. Duduk di pesawat

Setelah menunggu, panggilan pesawat pun tiba. Kamu dan penumpang lainnya yang menunggu di ruang boarding siap-siap mengantri naik ke pesawat. Penumpang kelas bisnis dan penumpang prioritas seperti manula, orang sakit, ibu hamil atau yang membawa anak-anak biasanya dipersilakan masuk lebih dulu. Ada beberapa opsi bagaimana kamu masuk ke pesawat. Bisa dengan menggunakan garbarata/belalai, turun ke landasan kemudian naik tangga khusus, atau naik bus yang disediakan lebih dulu. Carilah tempat duduk kamu sesuai nomor pada boarding pass. Letakkan bawaan kamu di kompartemen di atas tempat duduk dengan rapi. Lalu, biasakan untuk langsung memakai sabuk pengaman dan, ini yang paling penting, segera matikan ponsel kamu ya. Duduk dengan tenang dan perhatikan petunjuk keselamatan penerbangan yang diperagakan awak kabin.

Tips Persiapan Travelling Dengan Pesawat

Berikut tips yang membantu kamu mempersiapkan barang bawaan saat terdapat agenda travelling dengan pesawat.

1. Bawa barang seperlunya saja ke dalam kabin

Kita memang mendapatkan jatah bagasi gratis di pesawat. Setiap maskapai penerbangan indonesia memiliki kebijakan masing-masing mengenai kuota bagasi yang dapat dimiliki oleh setiap penumpang. Umumnya berkisar 10 hingga 20 kg untuk bagasi dan 7 kg untuk yang masuk ke kabin. Kalau memang bawaanmu banyak, jangan ragu buat meletakkan sebagian bawaan di bagasi pada saat check-in dan bawa seperlunya aja ke kabin.

2. Berikan tanda khusus pada barang bawaan kamu

Tandai dulu barang bawaan berupa oleh-oleh yang masuk ke bagasi, supaya tidak tertukar dengan penumpang lainnya. Orang-orang yang naik ke pesawat seringkali membawa barang-barang yang serupa. Misalnya, sebagian penumpang juga membawa oleh-oleh yang sama di dalam kardus. Biar gak gampang tertukar, lebih baik tandai dulu kardus tersebut dengan namamu sebelum dimasukkan ke bagasi.

3. Pastikan kamu gak membawa benda-benda yang dilarang di dalam tasmu

Sesaat setelah memasuki terminal keberangkatan, kamu akan melewati dua kali proses di-scan x-ray, yaitu saat hendak menuju loket check-in dan saat menuju ruang tunggu keberangkatan. Hindari membawa senjata, benda tajam, maupun cairan di dalam tas ya. Cek masing-masing situs maskapai penerbangan untuk mengetahui ketentuan lengkapnya.

4. Last but not least, bawalah headset dan setel musik saat pesawat ingin lepas landas untuk mengurangi ketegangan.

Sebelumnya, jangan lupa ubah mode ponsel kamu menjadi airplane-mode sesaat kamu duduk di kursi penumpang. So, siapa yang sampai sekarang masih takut naik pesawat? Sekali lagi, pesawat adalah alat transportasi paling aman di dunia, jadi jangan takut naik pesawat! Berdoa saja, semoga Tuhan memberi keselamatan ya dalam semua perjalanan travellers!

Related Post