Apa Yang Harus Dilakukan Saat Barang Bawaan Anda Hilang Saat Penerbangan?

Pernahkah Anda mengalami kehilangan barang bawaan sedang saat melakukan perjalanan? Entah itu perjalanan dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi? Pasti semua juga pernah. Memang jengkel sekali rasanya ketika barang bawaan kita hilang, apalagi jika kita membawa benda yang sangat berharga di dalamnya seperti uang, dompet, smartphone, laptop dan lain sebagainya. Kebanyakan kita mengalami kejadian seperti itu, namun apakah pernah pihak pengelola transportasi umum bertanggung jawab jika terjadi kehilangan barang seperti ini? Selama ada peringatan bahwa barang yang Anda bawa merupakan tanggung jawab Anda, jangan harap pihak pengelola transportasi umum mau membantu Anda dalam mencari barang bawaan Anda yang hilang. Namun dalam penerbangan, jika Anda mengalami kehilangan barang, maka pihak maskapai akan membantu Anda untuk menemukan barang bawaan Anda. Cukup datang ke tempat melapor kehilangan barang, ceritakan kronologisnya, isi formulir yang diperlukan dan tunggu konfirmasi dari pihak bandara.

Kehilangan barang ini berkaitan dengan bagasi yang diberikan oleh pihak maskapai penerbangan. Nah, bagasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Bagasi tercatat adalah barang penumpang yang diserahkan penumpang kepada pengangkut untuk diangkut dengan pesawat yang sama, sedangkan
  2. Bagasi kabin adalah barang yang dibawa oleh penumpang dan dibawa oleh penumpang itu sendiri.

Untuk bagasi tercatat, jika barang-barang Anda hilang atau rusak, Anda dapat melakukan klaim untuk meminta pengembalian barang. Dalam Peraturan Menteri Perhubungan no. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara (Permenhub 77/2011) menurut pasal 5 ayat 1 Permenhub 77/2011, jumlah ganti rugi kerusakan terhadap barang bawaan penumpang yang hilang, rusak atau musnah dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Kehilangan bagasi tercatat atau isi bagasi tercatat atau bagasi tercatat musnah diberikan ganti kerugian sebesar Rp. 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) per kg dan paling banyak Rp. 4.000.000,00 (empat juta rupiah) per penumpang
b. Kerusakan bagasi tercatat diberikan ganti kerugian sesuai jenisnya, bentuk, ukuran dan merk bagasi tercatat.

Sedangkan untuk bagasi kabin, karena barang dibawa oleh penumpang sendiri maka tanggung jawab atas segala kerusakan dan kehilangan menjadi tanggungan penumpang sendiri. Oke, lalu bagaimana prosedur untuk melakukan klaim atas barang-barang di bagasi tercatat yang rusak atau musnah? Sebelum itu, Anda harus memahami terlebih dahulu ketentuan-ketentuan bagasi yang telah diberitahukan oleh pihak maskapai sebelumnya. Berikut akan kami paparkan ketentuan bagasi tiap maskapai penerbangan.

Garuda Indonesia

a. Penumpang dewasa dan anak kelas ekonomi mendapat jatah free bagasi 20 kg, penumpang dewasa dan anak kelas bisnis mendapat jatah free bagasi 30 kg, penumpang bayi kelas ekonomi dan bisnis mendapat jatah 10 kg.
b. Penumpang hanya dapat membawa satu tas tangan berukuran maksimal 56cm x 36cm x 23cm dan beratnya tidak boleh lebih dari 7 kg.

Lion Air

a. Penumpang kelas ekonomi mendapat free bagasi 20 kg untuk lion air, 15 kg untuk maskapai wings air dan kelas bisnis mendapat jatah free bagasi 30 kg.
b. Penumpang kelas ekonomi diperbolehkan membawa tas dengan ukuran 40cm x 30cm x 20cm dan beratnya tidak lebih dari 7 kg.
c. Barang-barang yang boleh dibawa tanpa biaya bagasi: tas tangan wanita, buku saku atau dompet, mantel, syal atau selimut, kamera kecil atau teropong kecil, makanan bayi selama penerbangan, keranjang pembawa bayi, payung, tongkat jalan, bahan bacaan (dalam jumlah wajar), kursi roda yang dapat dilipat/tongkat pemapah.

Sriwijaya Air

Free bagasi untuk semua jurusan adalah 20 kg kecuali jurusan Jakarta – Tanjung Pinang – Jakarta, yaitu hanya seberat 15 kg.

Batavia Air

a. Free bagasi untuk semua rute penerbangan adalah 20 kg per penumpang namun ada beberapa rute pengecualian (syarat dan ketentuan berlaku).
b. Penumpang dapat membawa maksimal satu tas dengan ukuran 56 cm x 23 cm x 36 cm dan berat maksimal 7 kg.

Merpati Air

a. Ketentuan free bagasi:

  • Pesawat jet: kelas bisnis untuk kelas C 30 kg dan untuk kelas I 25 kg, sedangkan untuk kelas ekonomi hanya 20 kg.
  • Pesawat propeller I: free bagasi 15 kg
  • Pesawat propeller II: free bagasi 10 kg

b. Tanggung jawab terbatas untuk kehilangan dan kerusakan bagasi hanya ditetapkan Rp. 20.000,00 per kilogram.
c.Penumpang diperbolehkan membawa satu bagasi kabin dengan ukuran 56 cm x 23 cm x 36 cm dengan berat maksimal 5 kg.
d. Pelaporan bagasi rusak atau hilang atau musnah harus dilaporkan pada saat pengambilan barang dan pengajuan tuntutan atas barang hilang dapat diajukan 14 hari sejak pelaporan.

Transnusa

Free bagasi untuk rute Ruteng/Lewoleba/Rote/Sabu/Atambua/Larantuka sebesar 10 kg, rute ujung pandang sebesar 20 kg. Bayi tidak mendapatkan free bagasi. Selain yang disebutkan tadi berlaku free bagasi sebesar 15 kg.

Trigana Air

a. Free bagasi untuk nomor penerbangan B737 adalah 20 kg, dan untuk ATR72-200 adalah 10-15 kg.
b. Berdasarkan rute, free bagasi akan diberikan 20 kg, 15 kg dan 10 kg sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Kalstar Aviation

a. Free bagasi 20 kg untuk B737 dan 10 kg untuk ATR42.
b. Bagasi tas tangan yang diperbolehkan dibawa memiliki standar 40 cm x 30 cm x 15 cm dengan berat tidak lebih dari 7 kg untuk Jet Boeing 737.
c. Bagasi tas tangan yang diperbolehkan dibawa memiliki standar 40 cm x 30 cm x 15 cm dengan berat tidak lebih dari 5 kg untuk ATR42-300.

Citilink

a. Free bagasi diberikan hingga 20 kg.
b. Penumpang kelas ekonomi boleh membawa barang bawaan seperti tas dengan ukuran 56 cm x 36 cm x 23 cm dengan berat tidak lebih dari7 kg.

Setelah mengetahui ketentuan-ketentuan bagasi tiap maskapai, Anda tidak boleh salah lagi dalam mengajukan klaim barang Anda yang hilang karena jika tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku sudah pasti klaim Anda tidak akan dilayani. Barang saya sudah sesuai dengan kabin, lalu bagaimana cara melakukan klaim barang saya yang hilang?

Secara umum, ada beberapa langkah untuk melakukan klaim barang bawaan Anda yang hilang, yaitu:

1. Buat laporan kehilangan. Anda dapat langsung menemui pihak maskapai dan menyatakan kehilangan. Jangan lupa berikan informasi selengkap-lengkapnya mengenai waktu keberangkatan Anda, kelas penumpang Anda dan sebagainya. Bawalah identitas diri dan boarding pass yang masih ada sebagai bukti untuk memperkuat laporan.

2. Jangan lupa dengan rincian barang bawaan Anda. Deskripsikan barang tersebut mulai dari warna, desain, ukuran, fitur dan lain-lain. Deskripsikan secara detil untuk mempermudah pihak maskapai dalam pencarian. Dan sedikit tips, jika Anda akan melakukan penerbangan lagi, Anda dapat memotret dan menyimpan gambar koper atau tas Anda agar lebih mudah ditemukan saat hilang.

3. Pantau terus apa informasi yang diberikan pihak maskapai. Setelah melapor Anda belum bisa bersantai-santai loh. Jika dalam waktu tiga hari belum ada kepastian dari pihak maskapai, coba lakukan pelacakan dengan menelpon layanan bagasi bandara atau langsung ke kantor resmi maskapai penerbangan. Barang bawaan biasanya dinyatakan hilang jika dalam tiga minggu belum ditemukan.

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.

4. Urus klaim secepatnya. Segera lakukan klaim terhadap koper atau tas agar maskapai dapat mengganti rugi barang-barang penting yang hilang. Klaim setidaknya 21 hari sebelum barang akhirnya dinyatakan hilang.

5. Klaim juga asuransi perjalanan Anda, jika Anda memilikinya. Dan jika asuransi perjalanan Anda memberikan fitur asuransi bagasi, segera lakukan klaim.

Untuk lebih jelas, beberapa maskapai memasang ketentuan dan prosedur untuk klaim bagasi bagi penumpang, sebagai berikut:

A. Garuda Indonesia

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia memiliki ketentuan yang telah diatur dengan apik mengenai segala hal yang berkaitan dengan penerbangan yang dilakukannya. Tak lupa pula dengan informasi klaim bagasi bagi para penumpang pesawat ini. Peraturan umumnya, dikutip dari situs Garuda-indonesia.com, bagasi yang diterima dan dapat dibawa sebagai bagasi penumpang hanya mencakup barang yang diperlukan untuk kenyamanan penumpang selama perjalanan. Operator memiliki hak namun tidak berkewajiban memverifikasi isi bagasi milik penumpang di hadapan penumpang.

Nah, jika bagasi Anda tertunda atau telat sampai, Anda dapat mengajukan klaim dengan cara yang hampir sama pada umumnya. Pastikan Anda menerima bukti laporan PIR dari petugas di bagian Lost and Found, lalu tunggu kabar perkembangan bagasi Anda. Jika bagasi hilang, maka akan diberikan penggantian berupa uang tunai. Jika saat Anda menerima bagasi Anda dalam keadaan rusak, Anda dapat membuat laporan ke bagian Lost and Found untuk mendapat PIR dan petugas Lost and Found akan memperbaiki bagasi Anda jika masih dalam kondisi dapat diperbaiki. Jika bagasi Anda tidak dapat diperbaiki, maka bagasi akan diganti dengan yang baru.

B. AirAsia

Dikutip dari Airasia.com, sebelum melakukan klaim, ada beberapa dokumen penting yang harus disiapkan, antara lain:

1. Salinan paspor/ID atas nama penumpang
2. Salinan buku bank/laporan keuangan atas nama penumpang
3. Kode SWIFT/BCB/IBN khusus untuk transaksi internasional
4. Huruf otorisasi untuk rekening pihak ketiga bila perlu
5. Salinan paspor/ID atas nama pihak ketiga bila perlu
6. Tambahan: sediakan pula penanda bagasi yang telah diberikan saat check in agar bagasi dapat dilacak melalui Sistem Pelacakan Bagasi atau Baggace Tracing System.

Setelah menyiapkan dokumennya, Anda dapat langsung mengisi formulir PIR dan menunggu informasi dari pihak AirAsia.

Barang akan dinyatakan hilang setelah 7 hari (untuk perjalanan Domestik) dan 14 hari (untuk perjalanan Internasional) yang berlaku sejak tanggal PIR. Penumpang nantinya akan dihubungi oleh pihak maskapai untuk memperoleh keterangan lebih lanjut. Untuk bagasi yang tertunda atau terlambat datang, Anda dapat mengajukan klaim atau tuntutan bagasi dalam 21 hari sejak bagasi dikembalikan kepada Anda. Jika bagasi Anda rusak, Anda dapat mengajukan klaim dalam waktu 7 hari setelah penerimaan bagasi. Biaya perbaikan bagasi tidak dicover oleh pihak maskapai.

C. Lion Air

Untuk maskapai penerbangan Lion Air, ada asuransi travel tersendiri yang dapat Anda gunakan, yaitu Lion Air Travel Insurance, yang selain memberikan asuransi keselamatan jiwa juga memberikan asuransi bagasi Anda. Anda dapat melakukan klaim jika bagasi Anda hilang atau rusak dengan mengisi formulir klaim secara online di situs Lionair.co.id. Anda dapat melakukan klaim selambat-lambatnya 30 hari setelah kehilangan/kerusakan.

Untuk maskapai lain, seperti Batik Air, Trigana Air dan lainnya, Anda dapat menghubungi layanan bagasi maskapai atau kantor resmi maskapai dengan segera.

Walaupun ada klaim yang dapat dilakukan oleh penumpang jika barang bawaannya hilang, rusak atau musnah, namun kita sepakat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, ya kan? Nah, daripada nanti kita repot mengurus klaim, lebih baik kita lakukan pencegahan agar bagasi kita aman dari saat pesawat take off hingga pesawat landing. Jadi, bagaimana tips agar barang kita tidak hilang saat di dalam pesawat?

For Your Information, berdasarkan laporan dari Air Travel Consumer Report yang dikeluarkan oleh Departemen Transportasi Amerika Serikat, ada sekitar 3,71 kasus barang bawaan hilang untuk setiap 1000 penumpang di paruh pertama 2014. Itu berarti, ada peluang 1 % Anda dapat mengalami kehilangan barang bawaan. Meskipun bukan angka yang besar, Anda harus tetap waspada, loh, karena mungkin peluangnya bisa menjadi lebih besar. Dikutip dari Sidomi.com, yuk, simak tips mencegah kehilangan barang bawaan di pesawat di bawah ini!

a.Early check in

Saat bandara masih sepi pengunjung, peluang kesalahan yang dilakukan petugas juga akan semakin berkurang, sehingga saat check in barang kita bisa lebih terjamin keamanannya. Datanglah satu jam sebelum keberangkatan. Jika Anda melakukan transit, Anda dapat menanyakan kepada petugas tentang barang bawaan Anda untuk memastikan barang tersebut tetap bersama Anda.

b. Buat bagasi Anda berbeda!

Nah, kadang koper yang dibawa kebanyakan penumpang memiliki warna dan pattern yang sama, membuat kita sendiri sulit untuk membedakan koper milik kita dengan orang lain. Untuk itu, gunakanlah pembeda pada koper yang akan Anda bawa. Misalnya, dengan memasangkan sabuk dengan warna terang, atau dengan menggunakan cover koper dengan pattern yang unik. Jangan lupa juga, sisipkan juga nama, nomor telepon dan alamat Anda untuk berjaga-jaga jika bagasi Anda hilang dan ditemukan orang lain, mungkin orang tersebut akan berbaik hati mengembalikan bagasi Anda. Juga, bila perlu, foto bagasi Anda agar memudahkan pencarian petugas jika hilang. Untuk barang-barang penting seperti gadget, kosmetik, kunci rumah dan sebagainya bisa Anda bawa bersama bagasi kabin Anda.

c. Pakai GPS khusus

Jika Anda memiliki dana lebih, Anda dapat membeli GPS khusus yang dapat dipasangkan ke koper Anda untuk mempermudah dalam melakukan pelacakan. GPS tersebut dilengkapi dengan aplikasi pendamping di smartphone Anda agar Anda dapat terus memantau perkembangan bagasi Anda.

d. Lindungi dengan asuransi perjalanan

Kenapa tidak? Mungkin akan ada kejadian yang menimpa Anda, selain melindungi bagasi Anda asuransi perjalanan akan melindungi diri Anda juga. Beberapa rekomendasi asuransi perjalanan misalnya Asuransi Perjalanan TravelPRO dari Allianz Life Indonesia.

Dengan segala persiapan, meskipun bagasi Anda hilang, tetap ada peluang untuk ditemukan, kok! Karena kehilangan bagasi bukan sepenuhnya salah kita, jadi lebih baik lakukan pencegahan sebelum bagasi Anda benar-benar hilang.