15 Bandara Baru Indonesia Sedang Dibangun dan Dikembangkan

Di era presiden ketujuh ini, fasilitas transportasi khususnya penerbangan semakin mendapat perhatian. Seperti yang dijelaskan oleh Kementerian Perhubungan yang pada tahun ini menargetkan pembangunan dan pengembangan bandara baru di 15 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah yang cukup ambisius bukan?

Komitmen pemerataan pembangunan untuk memperkuat ekonomi dan memberdayakan wilayah-wilayah berpotensi yang menjadi agenda Presiden Joko Widodo merupakan salah satu upaya agar pembangunan tidak hanya terfokus di wilayah Jawa, namun juga merata ke pulau-pulau lain di Nusantara.

Pembangunan dan pengembangan bandara ini akan difokuskan pada wilayah-wilayah terluar dan perbatasan Indonesia. Lokasi seperti Kepulauan Anambas di Riau ataupun Pulau Miangas di Sulawesi Utara) yang terletak di perbatasan Indonesia – Filipina menjadi titik yang diprioritaskan. Daerah timur Indonesia, seperti Maluku dan Papua pun tak luput menjadi sasaran pembangunan.

15 bandara yang akan dibangun tersebut berlokasi di Anambas, Tambelan, Enggano, Miangas, Morowali, Buntu Kunik, Kufar, Namniwei, Pantar, Moa, Segun, Sinak Korowai dan Manggelum.

Untungnya pembangunan ini bukan sekedar janji manis kampanye. Buktinya, Kemenhub telah merampungkan salah satu pembangunan gedung terminal baru Bandara Jalaludin Gorontalo pada akhir Maret ini. Gedung terminal baru yang terdiri dari dua lantai dengan luas 11.865 M2 itu kini mampu menampung 2.500 penumpang.

Bandara Jalaludin Gorontalo merupakan Bandar Udara kelas satu, yang terletak di Kabupaten Gorontalo, 18 km dari Ibu Kota Kabupaten Limboto, Provinsi Gorontalo. Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, JA Barata, bandara baru ini akan menggantikan gedung terminal lama yang hanya dapat menampung 250 penumpang. Pembangunan gedung terminal baru ini memakan biaya sekitar Rp146 miliar yang berasal dari anggaran Kementerian Perhubungan.

Jangan lupa tersedia promo dan diskon last minute dari maskapai populer Indonesia: Lion Air, Garuda Indonesia, AirAsia, Sriwijaya, Citilink, Wings Air, Batik Air.

Selain pembangunan terminal baru, Bandara Jalaludin Gorontalo juga mengembangkan area parkir bandara yang semula hanya seluas 3.902 M2 untuk 150 mobil, sekarang menjadi 46.411 M2 dan mampu menampung 1.820 mobil. Total biaya untuk pengembangan sisi fasilitas darat Bandara Jalaludin Gorontalo ini adalah sebesar Rp187 miliar.

Lebih jauh, Kementerian Perhubungan juga berencana untuk memperpanjang landasan pacu (runway) di 27 lokasi dan merehabilitasi terminal penumpang bandara di 13 lokasi. Bandara yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan perpanjangan landasan pacu adalah bandara kebanggaan Jawa Barat yang baru, Bandara Kertajati. Bandara ini nantinya akan memiliki panjang runway 3.000 meter dengan lebar 60 meter. Dengan panjang runway tersebut, bandara yang berada di Kabupaten Majalengka ini akan menjadi bandara dengan runway terpanjang kedua di Indonesia.

Menurut Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, runway Bandara Kertajati tergolong sangat besar bahkan untuk ukuran internasional karena jarang sekali ada runway yang memiliki lebar 60 meter.

Saat ini runway terpanjang di Indonesia berada di Bandara Hang Nadim, Batam. Bandara ini memiliki runway dengan panjang 4.000 meter, namun lebarnya 45 meter.

Jonan pun menjelaskan bahwa runway dengan lebar 60 meter itu nantinya dapat digunakan untuk pesawat besar komersial seperti Airbus A380.