Medan MES (Polonia International)

harga termurah, informasi bandara, dan pedoman umum

Bagikan

Harga terbaik dan promo tiket-tiket pesawat

Medan

Rentang waktu:

Penerbangan di atas ditemukan oleh pengguna TIKET2 selama beberapa hari terakhir. Karena harga penerbangan berubah dengan cepat, tarif ini mungkin tidak lagi tersedia.

Medan informasi bandara

Bandara Internasional Polonia adalah bandara kebanggaan masyarakat Kota Medan. Terletak hanya 2 km dari pusat kota, bandara ini telah lama menjadi ikon penting Sumatera Utara. Karena lokasinya yang berada di tengah kota yang padat penduduk ditambah semakin banyaknya penumpang yang menggunakan bandara ini, maka pada 24 Juli 2013 tepat pukul 24.00 WIB, bandara Medan ini ditutup dan operasionalnya digantikan oleh Bandara Internasional Kualanamu.

Sedikit flashback, nama Polonia berasal dari nama negara asal pembangun bandara tersebut, yaitu Polandia. Polonia sendiri adalah Polandia dalam bahasa Latin. Dulunya kawasan bandara tersebut adalah lahan perkebunan milik orang Polandia bernama Michalski. Pada tahun 1872 dia mendapat konsesi dari Pemerintah Belanda untuk membuka lahan perkebunan tembakau di pesisir timur Sumatera, tepatnya daerah kota Medan. Dia lalu menamakan daerah tersebut dengan nama Polonia.

Pada 1879, tanah konsesi ini berpindah tangan ke perusahaan perkebunan Deli Maatschappij. Deli Maatschappij kemudian menyediakan lahan untuk landasan pesawat saat ada kabar akan ada penerbangan pesawat Fokker ke Hindia Belanda oleh pionir penerbangan berkebangsaan Belanda, Van der Hoop. Van der Hoop sendiri mendaratkan Fokker ke lapangan itu pada 1924 dalam 20 jam penerbangan dari Eropa. Pada tahun 1928, bandara Polonia resmi dibuka untuk didarati pesawat milik Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij, anak perusahaan Koninklijke Luchtvaart Maatschappij. Saat perang kemerdekaan, bandara Polonia pernah dikuasai oleh Belanda, Inggris, dan Jepang. Setelah Indonesia merdeka, bandara tersebut dikelola militer. Penerbangan komersial dimulai pada 1975 yang ditandai dengan kerja sama pengelolaan bandara oleh Departemen Pertahanan dan Keamanan, Departemen Keuangan, dan Departemen Perhubungan.

Kini bandara Medan (MES) ini menjadi pangkalan udara militer dengan nama Pangkalan Udara Soewondo. Nama bandara ini diambil dari nama seorang prajurit TNI-AU yang gugur karena pesawatnya ditembak jatuh Belanda di Pematang Siantar. Berikut ini ada fakta menarik seputar bandara Internasional Polonia Medan yang kini menjadi pangkalan militer.

1. Bandara Polonia ditutup setelah 85 tahun beroperasi

2. Pesawat terakhir yang mendarat di Bandara Polonia adalah Air Asia QZ 7803 yang melakukan penerbangan ke Medan dari Bandung

3. Bandara ini hanya 2 km dari pusat kota, sangat mudah dijangkau dengan angkutan umum maupun pribadi

4. Bandara ini memiliki predikat bandara blackstar karena tergolong sulit didarati. Lokasinya yang dekat dengan pemukiman padat penduduk, gedung-gedung bertingkat dan juga berada dekat dengan Gunung Sibayak menjadi faktor mengapa bandara ini sulit didarati dan angka kecelakaan lumayan tinggi.

5. Kapasitas bandara ini sebenarnya hanya 900.000 penumpang per tahun. Namun data pada 2013 menunjukkan penumpang telah mencapai 8.3 juta orang per tahun yang membuat bandara ini over capacity

Pajak bandara di Medan airport

Bila terbang di Indonesia, setiap orang harus membayar pajak bandara yang mungkin berbeda dari bandara ke bandara. Di Medan pajak bandara penerbangan domestik Rp. 30,000. Pastikan Anda memiliki jumlah ini dalam rupiah sebagai pajak bandara harus dibayar di bandara sebelum Anda melanjutkan ke area keberangkatan.

Cari harga tiket murah pesawat Indonesia

Bandara lain di sekitar Medan

Bandara berikut dekat dengan Medan. Kadang-kadang harga berbeda, sehingga Anda mungkin ingin memeriksa penerbangan ke bandara ini juga.

Maskapai terbang ke Medan airport

AirAsia Bandung, Jakarta, Surabaya,
Batavia Batam, Banda Aceh, Jakarta, Yogyakarta, Makassar,
Citilink Jakarta,
Garuda Batam, Banda Aceh, Jakarta, Yogyakarta, Pontianak, Surabaya, Makassar,
Lion air Sibolga, Ambon, Bima, Batam, Banda Aceh, Jakarta, Denpasar (Bali), Gunung Sitoli, Yogyakarta, Lhokseumawe, Manado, Meulaboh, Manokwari, Maumere, Padang, Pekanbaru, Surabaya, Tambolaka, Makassar,
Mandala Medan, Pekanbaru,
Merpati Biak, Balikpapan, Gunung Sitoli, Yogyakarta,
Sriwijaya Batam, Banda Aceh, Jakarta, Padang, Pekanbaru,

Medan informasi kota

Kota Medan adalah kota terbesar di Pulau Sumatera yang juga merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Utara. Kota Medan mendapat julukan kota multikultural karena ada banyak suku yang mendiami daerah ini dengan damai dan jarang terlibat konflik. Ada perpaduan antara budaya Melayu, Batak, Jawa, Tionghoa, Arab dan India di kota ini. Jadi untuk Anda yang berwisata ke Kota Medan jangan khawatir karena hampir semua tempat peribadatan umat beragama terdapat di kota ini dan dapat dijumpai dengan mudah. Sebelum Anda melakukan penerbangan dari Medan kembali ke daerah asal Anda, jangan lupa untuk berkeliling kota menikmati berbagai objek wisata keren yang bisa dijumpai di sekitaran kota Medan. Berikut ini ada beberapa lokasi wisata di Kota Medan yang tak boleh Anda lewatkan.

1. Masjid Raya Al Mashun Medan

Terletak tak jauh dari titik nol kota Medan, Anda bisa berkunjung ke Masjid Raya Al Mashun Medan. Masjid ini dibangun pada 21 Agustus 1906. Masjid ini sangat indah karena memiliki perpaduan arsitektur Eropa, Melayu, Timur Tengah dan Maroko. Untuk masuk ke Masjid ini gratis, namun bagi pengunjung non muslim terutama wisatawan mancanegara, Anda diharuskan memakai pakaian tertutup ketika memasuki kawasan masjid ini.

2. Istana Maimun

Tak jauh dari Masjid Raya Medan, Anda bisa menemukan Istana Maimun yang berdiri megah. Didominasi warna kuning khas Melayu, Istana ini menjadi ikon pariwisata Kota medan. Terletak di pinggir Jalan Brigjen Katamso, istana ini sangat mudah diakses dengan berbagai angkutan umum. Di Istana peninggalan Kerajaan Deli ini Anda bisa melihat kemegahan arsitektur melayu. Ada banyak peninggalan sejarah yang bisa Anda lihat disini, termasuk Meriam Puntung yang legendaris. Anda juga bisa berfoto dengan baju khas melayu layaknya raja dan ratu dengan biaya sewa pakaian hanya Rp 10.000 per pasangnya.

3. Kawasan Kesawan

Untuk Anda yang suka dengan bangunan tua, kawasan Kesawan adalah tempat yang pas. Di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Balai Kota Medan ada banyak sekali lokasi wisata yang bisa dikunjungi. Mulai dari bangunan tua khas Belanda yang masih berdiri kokoh di sepanjang jalan. Ada juga Restoran Tip Top, yaitu resto yang menjual es krim tempo dulu yang sudah berdiri sejak tahun 1929. Selain itu ada juga Rumah Tjong A Fie yang letaknya berseberangan tak jauh dari Restoran Tip Top. Ada juga Balai Kota Medan yang kini sudah menyatu dengan Hotel Grand Aston Medan. Di sebelahnya Anda bisa menemukan bangunan klasik Bank Indonesia cabang Medan yang bergaya Belanda. Tepat di depan Bank Indonesia, Anda bisa menemukan Merdeka Walk; pusat jajanan Medan tempat berkumpulnya anak muda. Di Belakang Merdeka Walk ini Anda bisa menemukan Lapangan Merdeka Medan yang bersejarah yang kini dilengkapi dengan alat olahraga gratis, jogging track dan juga panjat tebing. Ada juga Kantor Pos Besar Medan yang memiliki bangunan bergaya Belanda.