Makassar UPG (Sultan Hasanuddin)

harga termurah, informasi bandara, dan pedoman umum

Bagikan

Harga terbaik dan promo tiket-tiket pesawat

Makassar

Rentang waktu:

Penerbangan di atas ditemukan oleh pengguna TIKET2 selama beberapa hari terakhir. Karena harga penerbangan berubah dengan cepat, tarif ini mungkin tidak lagi tersedia.

Makassar informasi bandara

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terletak di Jalan Raya Airport No. 1, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Secara geografis, bandara yang berada di kabupaten maros ini berjarak 22 km dari pusat kota. Sebagai pintu masuk ke wilayah Indonesia Timur, bandara seluas 381 hektar ini termasuk bandara tersibuk di Indonesia. Uniknya, nama bandara ini beberapa kali mengalami perubahan.

Bandara yang dioperasikan oleh PT. Angkasa Pura I ini dibangun pada tahun 1953 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Namanya saat itu masih Kadieng Terbang Field. Pada masa pendudukan Jepang, bandara ini diperluas dan berganti nama menjadi Lapangan Mandai. Pada tahun 1950, pemerintah Indonesia mengambil alih Lapangan tersebut dan diubah menjadi penerbangan sipil dan berganti nama menjadi Bandara Air Mandai. Pada tahun 1980, Bandara Air Mandai berubah menjadi Pelabuhan Udara Hasanuddin. Lalu di tahun 1981 bandara ini berganti lagi nama menjadi Bandara Embarkasi / Debarkasi Haji. Dan akhirnya di tahun 1985 bandara ini menjadi Bandara Hasanuddin yang dipakai hingga tahun 2008. Pada tahun 2008 nama bandara ini diganti lagi menjadi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Nama bandara ini diambil dari nama salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Kerajaan Gowa, yaitu Sultan Hasanuddin.

Kapasitas bandara ini adalah 7.5 juta penumpang per tahunnya. Namun tiap tahunnya selalu terjadi over-capacity. Untuk mengatasinya, pada tahun 2016 nanti akan dilakukan perluasan pembangunan Bandara Makassar yang besarnya akan dua kali lipat dari ukuran bandara yang sekarang. Proyek tersebut diperkirakan akan selesai pada 2019 dan menjadikan Bandara Sultan Hasanuddin Airport city pertama di Indonesia dan mampu mengangkut 30 juta penumpang per tahunnya.

Maskapai yang ada di bandara ini yaitu:

Domestik:

• Air Asia

• Batik Air

• Citilink

• Garuda Indonesia

• Lion Air

• Sriwijaya Air

• Trigana Air Service

• Wings Air

Internasional:

• Air Asia

• Garuda Indonesia

• Malaysia Airlines

• Singapore Airlines

Fakta-fakta menarik mengenai bandara ini adalah sebagai berikut:

• Bandara Sultan Hasanuddin dekat dengan pangkalan militer TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin. Jika pesawat yang Anda tumpangi mendarat di runway lama dan berputar di apron lama, Anda bisa melihat pesawat tempur tercanggih yang dimiliki Indonesia, yaitu pesawat Sukhoi (Su-27SKM dan Su-30MKI) terparkir disana.

• Bandara ini menghubungkan 31 kota secara nonstop

• Setiap minggu ada 84 penerbangan nonstop panjang ke Makassar

• Pesawat terbesar yang melakukan penerbangan ke Makassar adalah tipe Airbus A380-800 dengan 526 kursi penumpang

• Pesawat terkecil yang terbang ke bandara ini adalah ATR 42 / ATR 72 dengan hanya 46 kursi penumpang

• Waktu perjalanan tercepat penerbangan dari Makassar adalah 45 menit

• Ada 861 penerbangan nonstop tiap minggunya ke Makassar oleh pesawat berukuran sedang

• Di 2015 ini, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menduduki peringkat ke-36 sebagai bandara dengan tingkat pelayanan terbaik untuk kategori bandara dengan jumlah penumpang 5 hingga 15 juta penumpang per tahun. Hasil ini berdasarkan survey Airport Service Quality oleh Airport Council International (ACI).

Pajak bandara di Makassar airport

Bila terbang di Indonesia, setiap orang harus membayar pajak bandara yang mungkin berbeda dari bandara ke bandara. Di Makassar pajak bandara penerbangan domestik Rp. 30,000. Pastikan Anda memiliki jumlah ini dalam rupiah sebagai pajak bandara harus dibayar di bandara sebelum Anda melanjutkan ke area keberangkatan.

Cari harga tiket murah pesawat Indonesia

Informasi transportasi

Untuk Anda yang baru saja mendarat di Makassar, ada beberapa angkutan umum yang bisa membawa Anda menuju pusat Kota Makassar dan tujuan lainnya.

1. Taksi

Taksi di Bandara Makassar ini ada yang resmi dan yang tak resmi. Begitu keluar dari pintu kedatangan, biasanya akan ada banyak orang yang menawari untuk naik taksi. Namun ada baiknya Anda menggunakan taksi resmi bandara yang banyak berbaris di dekat pintu keluar. Tarif yang dipatok untuk ke pusat kota Makassar tergantung jauh dekatnya tujuan, biasanya berkisar antara Rp 80.000 – Rp 100.000.

2. Bus Damri

Sama seperti bandara lain di Indonesia, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar ini juga terdapat bus Damri yang melayani rute dari Bandara menuju pusat kota dan sebaliknya. Tarif yang dikenakan yaitu Rp 25.000 sekali jalan. Bus ini mulai beroperasional dari pukul 05.00 – 24.00 WITA.

3. Angkutan Kota / Pete-Pete

Untuk Anda yang ingin pilihan tranportasi yang lebih murah, Anda bisa mencoba naik angkutan umum atau di Makassar dikenal dengan nama Pete-Pete. Untuk naik Pete-Pete ini, Anda harus berjalan ke luar area bandara terlebih dahulu menuju ke Jalan Perintis Kemerdekaan. Jarak yang ditempuh jika berjalan kaki lumayan jauh loh! Untuk mengatasinya Anda bisa naik shuttle bus Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG). Untuk sampai ke pusat kota, Anda harus naik Pete-pete dua kali; yang pertama naik pete-pete tujuan Terminal Daya, lalu disana lanjut lagi ganti pete-pete lain yang menuju pusat kota. Tarif yang dikenakan untuk sekali jalan adalah Rp 4.000, jadi total uang yang diperlukan untuk sampai ke pusat kota dengan Pete-pete adalah Rp 8.000 saja.

Bandara lain di sekitar Makassar

Bandara berikut dekat dengan Makassar. Kadang-kadang harga berbeda, sehingga Anda mungkin ingin memeriksa penerbangan ke bandara ini juga.

Maskapai terbang ke Makassar airport

Batavia Ambon, Balikpapan, Jakarta, Jayapura, Denpasar (Bali), Gorontalo, Yogyakarta, Kendari, Kupang, Luwuk, Manokwari, Sorong, Surabaya, Ternate, Makassar,
Garuda Lombok, Ambon, Banjarmasin, Biak, Balikpapan, Jakarta, Jayapura, Denpasar (Bali), Yogyakarta, Kendari, Manado, Medan, Palu, Surabaya, Timika,
Lion air Ambon, Banjarmasin, Balikpapan, Baubau, Jakarta, Jayapura, Denpasar (Bali), Fak Fak, Gorontalo, Kendari, Kaimana, Manado, Mamuju, Manokwari, Melanguane, Nabire, Palu, Pomala, Sorong, Surabaya, Tarakan, Ternate, Buli,
Mandala Jakarta, Surabaya,
Merpati Banjarmasin, Biak, Balikpapan, Jakarta, Jayapura, Yogyakarta, Kendari, Kupang, Manado, Merauke, Manokwari, Sorong, Surabaya, Timika, Ternate,
Sriwijaya Ambon, Banjarmasin, Balikpapan, Jakarta, Gorontalo, Kendari, Palu, Solo, Semarang, Surabaya, Ternate,

Makassar informasi kota

Kota Makassar adalah ibukota dari Provinsi Sulawesi Selatan. Dulunya kota ini dikenal sebagai Ujung Pandang (dari tahun 1971 – 1999). Dengan luas wilayah 199,26 km persegi, Makassar merupakan kota terbesar di bagian Timur Indonesia. Terkenal sebagai Kota Angin Mamiri (kota dengan hembusan angin sepoi-sepoi), memiliki banyak sekali lokasi wisata yang wajib dikunjungi.

Berikut ini ada beberapa lokasi wisata wajib untuk dikunjungi jika Anda berada di Makassar.

1. Pantai Losari

Belum pas rasanya jika datang ke Makassar tanpa mengunjungi pantai yang menjadi ikon Kota Makassar ini! Pantai Losari ini sangat unik karena tidak memiliki pasir. Sebaliknya Anda akan menemui beton di tepian pantainya. Namun ada banyak kegiatan menarik yang bisa dilakukan di pantai ini, seperti memancing, bersepeda, melihat sunset, naik banana boat dan masih banyak lainnya. Selain itu ada banyak kuliner khas Makassar yang juga bisa dijumpai di lokasi wisata ini.

2. Trans Studio Makassar

Dibuka resmi pada 20 Mei 2009, Trans Studio Makassar telah menjadi tempat wisata favorit di Makassar. Berdiri di atas lahan seluas 2.7 hektar, taman hiburan indoor ini memiliki 21 wahana permainan seru yang terbagi di empat zona permainan, yaitu Studio Central.Lost City, Cartoon City dan Magic Corner. Untuk tiket masuk, Anda dikenakan biaya Rp 100.000 di hari biasa dan Rp 150.000 saat weekend dan hari libur nasional.

3. Benteng Rotterdam

Benteng bersejarah in merupakan peninggalan dari Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa X. Di dalam benteng ini ada juga Museum La Galigo yang menyimpan sekitar 4.999 koleksi sejarah, mulai dari peralatan hidup, hasil kesenian, teknologi dan lainnya yang dibuat serta digunakan oleh suku Bugis, Mandar, Makassar dan Toraja.